Buka Porsadin VI Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lahirnya Generasi Berakhlakul Karimah

BANGKINANG KOTA — Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VI Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026 di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Bangkinang, Sabtu (19/9/2026).

Porsadin VI diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berprestasi, serta memiliki akhlakul karimah.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh peserta. Ia juga mengapresiasi panitia, penyelenggara, serta seluruh Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Selamat bertanding kepada seluruh peserta Porsadin VI. Alhamdulillah, pagi ini kita diberikan rahmat dengan turunnya hujan. Mudah-mudahan hujan ini mengurangi kabut asap yang beberapa waktu terakhir kita rasakan,” ujar Ahmad Yuzar.

Ia menyebut berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam menghadapi kondisi tersebut, termasuk menginstruksikan pelaksanaan salat istisqa. Menurutnya, turunnya hujan sejak malam hingga pagi menjadi kabar baik bagi masyarakat.

Ahmad Yuzar mengatakan, Kabupaten Kampar yang dikenal sebagai Negeri Serambi Mekkah Riau menempatkan kehidupan dan pendidikan keagamaan sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah.

Salah satunya melalui keberadaan MDTA yang berperan memberikan pendidikan agama kepada anak-anak sejak usia dini.

“Untuk membentuk anak-anak yang berakhlakul karimah, harus diterapkan sejak dini. Porsadin ini menjadi salah satu jalan untuk memperdalam keilmuan, mengasah kemampuan dan melahirkan generasi muda yang cerdas, berprestasi serta ahli di bidangnya. Bibit-bibit generasi inilah yang kita lahirkan dari MDTA,” tegasnya.

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan. Meski kondisi keuangan daerah mengalami penurunan, perhatian terhadap MDTA tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Ia mengatakan aspirasi para guru agama akan ditampung dan diverifikasi. Pemerintah Kabupaten Kampar juga berkomitmen memberikan gaji kepada guru PDTA.

“Saya berkomitmen untuk memberikan gaji kepada guru PDTA. Untuk kegiatan Porsadin ini juga kita berikan bantuan Rp100 juta, ditambah bantuan dari Baznas,” katanya.

Menurut Ahmad Yuzar, pembangunan sektor keagamaan di Kampar terus didorong melalui berbagai program. Di antaranya bantuan bagi guru pondok pesantren, pemberian gaji guru PDTA, insentif bagi pengurus masjid paripurna di 21 kecamatan, serta program umrah bagi tokoh panutan masyarakat.

Pada 2026, sebanyak 29 jamaah ditambah satu pendamping diberangkatkan melalui program umrah tersebut.

“Kita ingin sektor keagamaan semakin tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kampar. Doakan kami agar selalu amanah, jujur dan diberikan kesehatan dalam menjalankan amanah yang besar ini,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Ahmad Yuzar mengapresiasi seluruh MDTA yang telah berpartisipasi dalam Porsadin VI. Menurutnya, keikutsertaan tersebut bukan hanya membawa nama baik lembaga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengharumkan nama Kabupaten Kampar melalui prestasi generasi muda.

“Ciptakan generasi yang cerdas dan berprestasi. Mulai dari hari ini kita persiapkan generasi penerus yang memiliki ilmu, prestasi dan akhlakul karimah,” pungkasnya.

Terkait Peraturan Daerah (Perda) tentang PDTA, Ahmad Yuzar mengatakan pembahasannya akan dilakukan secara khusus dan menyeluruh. Hal itu diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan dapat berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan dampak lain di kemudian hari. Adv

Editor : Reza MF
Tag : # Kampar



Bagikan

Berita Terbaru