Di Balik Bungkus Makanan: Petugas Lapas Tembilahan Ungkap Upaya Licik Penyelundupan Handphone
TEMBILAHAN – Kasih sayang yang salah arah. Mungkin itulah yang melatarbelakangi seorang pengunjung saat menitipkan makanan untuk orang yang ia kasihi di dalam Lapas. Namun, di balik bungkus lauk yang tampak biasa, terselip niat yang bisa merusak tatanan dan masa depan banyak orang.
Senin (13/7/2026), komitmen Lapas Kelas IIA Tembilahan untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba - HALINAR kembali diuji. Dan sekali lagi, petugas membuktikan mereka tidak tidur.
Kecurigaan bermula dari suara nyaring metal detector saat memeriksa titipan makanan. Lauk pauk yang dibungkus plastik bening itu mengeluarkan bunyi yang tidak seharusnya ada. Petugas pun menghentikan sejenak dan bertanya dengan hati-hati kepada pengunjung. Namun raut ragu dan jawaban yang berbelit justru menguatkan firasat buruk.
Dengan disaksikan langsung oleh yang bersangkutan, bungkusan itu dibuka. Isinya membuat miris. Di bungkusan pertama, tersembunyi 2 unit handphone. Di bungkusan kedua, terselip rapi 2 kepala charger dan 2 kabel charger, semua dibungkus sedemikian rupa seolah ingin lolos dari pengawasan.
Perwira Piket Kunjungan segera mengambil tindakan. Laporan dibuat, prosedur dijalankan, dan hubungan antara pengunjung dengan warga binaan yang dituju akan ditelusuri lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.
Kalapas Kelas IIA Tembilahan, Prayitno, menghela napas panjang saat dimintai keterangan. Ia mengaku sedih, namun tetap harus tegas.
“Kami mengerti, ini mungkin bentuk rasa rindu. Tapi percayalah, satu handphone yang masuk bisa menghancurkan program pembinaan yang sudah susah payah kita bangun. Petugas pemasyarakatan tidak boleh lengah sedikit pun. Kami akan terus menjaga komitmen mewujudkan Lapas Tembilahan yang bebas dari Halinar. Setiap upaya penyelundupan akan kami tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas pemasyarakatan,” tegas Prayitno dengan suara berwibawa.
Bagi Lapas Tembilahan, handphone bukan sekadar barang terlarang. Ia adalah pintu masuk konflik, penipuan, peredaran narkoba, dan rusaknya proses pembinaan. Di tempat ini, para warga binaan sedang berusaha memperbaiki diri, menata harapan, dan kembali menjadi manusia yang berguna.
Kegagalan penyelundupan ini bukan untuk mempermalukan siapa-siapa. Ini adalah pengingat. Bahwa cinta sejati kepada keluarga adalah dengan mendukung mereka berubah, bukan dengan menyelundupkan jalan pintas yang justru menjerumuskan.
Lapas Tembilahan akan terus berdiri di garis depan. Jeli mengawasi, tegas menindak, namun tetap humanis membina. Karena di balik jeruji, masih ada harapan yang harus dijaga agar tidak ternoda. (*)
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Veda Ega Pratama Jelaskan Insiden dengan David Munoz, Jalani Long Lap Penalti Dua Kali
- Olahraga
- 21 September 2026 08:49 WIB
TNI AU Pulihkan Senyum Anak Natuna Lewat Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit
- Natuna
- 21 September 2026 08:34 WIB
Pembinaan Teritorial Terintegrasi di Kepri Dorong Sinergi Pertahanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
- Kepri
- 20 September 2026 20:03 WIB
Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Austria
- Olahraga
- 20 September 2026 18:05 WIB
Gowes 2.500 Peserta Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Kampar
- Ekonomi
- 20 September 2026 16:28 WIB
Enjoy Karimun Event 2026 Hadirkan Perayaan Budaya, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Karimun
- 20 September 2026 14:03 WIB
Bupati Karimun Pimpin Peringatan HUT Ke-81 PMI, Serukan Kolaborasi dan Kepedulian Kemanusiaan
- Karimun
- 20 September 2026 14:00 WIB
Jelang Musda XI Golkar Kampar, Lokasi Mendadak Pindah ke Stanum
- Kampar
- 20 September 2026 12:41 WIB
Asian Games 2026: Tim Putri Indonesia Libas Mongolia, Siap Hadapi Chinese Taipei
- Olahraga
- 20 September 2026 11:20 WIB
Sopir Truk Dikeroyok di Tol Permai, PJR Kejar Terduga Pelaku hingga KM 20
- Hukrim
- 20 September 2026 11:12 WIB
Rumah Warga di Selatpanjang Kota Terbakar, Sejumlah Barang Berharga Tak Terselamatkan
- Kepulauan Meranti
- 20 September 2026 11:07 WIB
Antonio Gamaroni Borong Dua Gol, PSPS Raih Kemenangan Perdana di Kandang
- Olahraga
- 20 September 2026 08:15 WIB
Buka Porsadin VI Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lahirnya Generasi Berakhlakul Karimah
- Pendidikan
- 20 September 2026 08:12 WIB
Veda Ega Pratama Start dari P19 di Moto3 Austria, Gagal Tembus Q2
- Olahraga
- 20 September 2026 08:03 WIB
Menaker: Transisi Hijau Buka Peluang Baru bagi Tenaga Kerja
- Nasional
- 20 September 2026 07:59 WIB
Batik Kampar Tembus Panggung Internasional, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
- Traveliner
- 20 September 2026 07:05 WIB

