Firdaus Singgung Dugaan Kubu Ayah Yuyu dan Bunda hingga Petantang- Petenteng Kabid Yolanda
KAMPAR – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kabupaten Kampar bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar serta perwakilan orang tua siswa terkait polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) diwarnai sejumlah pernyataan kritis dari Sekretaris Komisi II DPRD Kampar, Firdaus. RDP digelar di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kampar, Bangkinang, Senin (20/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Firdaus menyoroti ketidakhadiran Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Kampar, Yolanda Sri Rahayu. Menurutnya, pejabat yang membidangi pendidikan dasar seharusnya hadir untuk memberikan penjelasan langsung terkait berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan SPMB.
Firdaus juga mempertanyakan gaya kepemimpinan Yolanda yang menurut informasi yang diterimanya kerap melakukan intervensi terhadap kepala sekolah.
"Beliau petantang-petenteng, sering mengintervensi kepala sekolah. Apakah Kabid ini memiliki back up yang kuat?" tanyanya dalam forum RDP.
Selain itu, Firdaus mengaku prihatin terhadap buruknya komunikasi antara DPRD, Disdikpora Kampar, dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). Bahkan, Komisi II menerima informasi bahwa langkah DPRD berkoordinasi langsung dengan BPMP dinilai telah mempermalukan Pemerintah Kabupaten Kampar.
"Kami mendapat informasi bahwa koordinasi yang dilakukan Komisi II dengan pihak balai justru dianggap mempermalukan Pemerintah Kabupaten Kampar. Bagi kami, ini merupakan peristiwa yang tidak biasa," ujarnya.
Firdaus juga mengungkapkan adanya informasi mengenai dugaan kelompok-kelompok kepentingan di lingkungan Disdikpora Kampar. Namun, ia menegaskan informasi tersebut masih sebatas isu yang perlu diklarifikasi.
"Ada sebutan orangnya Ayah Yuyu dan orang Bunda," katanya.
Menurut Firdaus, persoalan dalam pelaksanaan SPMB tidak hanya berkaitan dengan kuota sekolah, tetapi juga lemahnya perencanaan dan pemetaan kebutuhan pendidikan. Ia mempertanyakan apakah Disdikpora telah memiliki data akurat mengenai jumlah lulusan SD di setiap wilayah sebagai dasar penentuan daya tampung SMP.
"Kalau data itu ada dan disampaikan secara terbuka, isu-isu seperti dugaan jual beli kursi atau kekurangan bangku bisa dibantah dengan fakta. Persoalannya sekarang, data itu belum terlihat," tegasnya.
Ia juga mempertanyakan kepastian hukum apabila sekolah menerima siswa di luar mekanisme resmi SPMB.
"Kalau nanti di kemudian hari muncul persoalan hukum, siapa yang bertanggung jawab? Kepala sekolah, kepala dinas, atau siapa? Ini harus dijelaskan secara tegas agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari," katanya.
Firdaus menegaskan Komisi II DPRD Kampar akan terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut. DPRD berencana berkonsultasi ke Kementerian Pendidikan serta kembali melakukan audiensi dengan BPMP yang didukung surat resmi dari Bupati Kampar.
Ia berharap langkah tersebut dapat memperbaiki komunikasi antara pemerintah daerah dan BPMP sehingga persoalan daya tampung sekolah dapat segera diselesaikan.
Firdaus juga mengeluhkan sulitnya berkomunikasi dengan sejumlah pejabat di lingkungan Disdikpora Kampar.
"Kami ingin berkoordinasi untuk mencari solusi, tetapi komunikasi sangat sulit. Padahal kami ingin mendengar penjelasan dari semua pihak, bukan hanya dari satu sisi," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Kampar, Yolanda Sri Rahayu, membantah pernyataan yang menyebut dirinya mengintervensi kepala sekolah maupun memiliki back up tertentu.
Menurut Yolanda, selama ini dirinya justru menjalankan fungsi pembinaan kepada sekolah, kepala sekolah, tenaga pendidik, siswa, hingga orang tua sesuai tugas dan kewenangannya.
"Pernyataan tersebut tentunya tidak benar. Saya tidak pernah sama sekali mengintervensi kepala sekolah. Yang saya lakukan adalah membina dan membersamai sekolah, tidak hanya kepala sekolah tetapi juga tenaga pendidik, siswa, dan orang tua atau wali murid apabila terdapat kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya," jelas Yolanda.
Ia bahkan berupaya memberikan pelayanan kepada sekolah meskipun di luar jam kerja maupun pada hari libur agar setiap persoalan yang dihadapi dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku, baik secara teknis maupun administrasi.
Terkait ketidakhadirannya dalam RDP Komisi II DPRD Kampar, Yolanda menjelaskan bahwa sedang mengikuti kegiatan di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur (BBPKA) Pusat Diklat Nasional I Bukittinggi.
"Sedang Seminar Ujian Akhir pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA)," tukasnya. Hp
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Veda Ega Pratama Jelaskan Insiden dengan David Munoz, Jalani Long Lap Penalti Dua Kali
- Olahraga
- 21 September 2026 08:49 WIB
TNI AU Pulihkan Senyum Anak Natuna Lewat Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit
- Natuna
- 21 September 2026 08:34 WIB
Pembinaan Teritorial Terintegrasi di Kepri Dorong Sinergi Pertahanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
- Kepri
- 20 September 2026 20:03 WIB
Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Austria
- Olahraga
- 20 September 2026 18:05 WIB
Gowes 2.500 Peserta Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Kampar
- Ekonomi
- 20 September 2026 16:28 WIB
Enjoy Karimun Event 2026 Hadirkan Perayaan Budaya, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Karimun
- 20 September 2026 14:03 WIB
Bupati Karimun Pimpin Peringatan HUT Ke-81 PMI, Serukan Kolaborasi dan Kepedulian Kemanusiaan
- Karimun
- 20 September 2026 14:00 WIB
Jelang Musda XI Golkar Kampar, Lokasi Mendadak Pindah ke Stanum
- Kampar
- 20 September 2026 12:41 WIB
Asian Games 2026: Tim Putri Indonesia Libas Mongolia, Siap Hadapi Chinese Taipei
- Olahraga
- 20 September 2026 11:20 WIB
Sopir Truk Dikeroyok di Tol Permai, PJR Kejar Terduga Pelaku hingga KM 20
- Hukrim
- 20 September 2026 11:12 WIB
Rumah Warga di Selatpanjang Kota Terbakar, Sejumlah Barang Berharga Tak Terselamatkan
- Kepulauan Meranti
- 20 September 2026 11:07 WIB
Antonio Gamaroni Borong Dua Gol, PSPS Raih Kemenangan Perdana di Kandang
- Olahraga
- 20 September 2026 08:15 WIB
Buka Porsadin VI Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lahirnya Generasi Berakhlakul Karimah
- Pendidikan
- 20 September 2026 08:12 WIB
Veda Ega Pratama Start dari P19 di Moto3 Austria, Gagal Tembus Q2
- Olahraga
- 20 September 2026 08:03 WIB
Menaker: Transisi Hijau Buka Peluang Baru bagi Tenaga Kerja
- Nasional
- 20 September 2026 07:59 WIB
Batik Kampar Tembus Panggung Internasional, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
- Traveliner
- 20 September 2026 07:05 WIB

