ISPU Kampar Masuk Kategori Tidak Sehat, PM10 Capai 153
KAMPAR — Kualitas udara di Kabupaten Kampar menjadi perhatian setelah hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan parameter PM10 mencapai angka 153 pada pukul 13.00 WIB. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
Informasi ini disampaikan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar, Refizal, melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kampar, Idrus.
“Data ISPU di peralatan yang kami miliki menunjukkan angka ISPU pada pukul 13.00 WIB berada di angka 153 atau kategori tidak sehat,” ujar Idrus.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena paparan partikulat PM10 dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama saluran pernapasan.
Meski demikian, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di Kabupaten Kampar relatif rendah.
“Berdasarkan data BMKG, titik hotspot terakhir di Kabupaten Kampar hanya ada satu titik api. Namun, di kabupaten lain masih terdapat banyak titik api yang berdampak terhadap meluasnya kabut asap,” jelas Idrus.
Kondisi udara dalam kategori tidak sehat tersebut terutama perlu diwaspadai kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat dari kelompok tersebut disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Sementara warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikulat udara.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan. Jika mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau iritasi tenggorokan, sebaiknya segera mengurangi paparan udara tercemar dan memeriksakan diri apabila keluhan berlanjut.
Peningkatan nilai ISPU ini menjadi perhatian di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Asap dari karhutla di berbagai daerah dapat terbawa angin dan berkontribusi terhadap meningkatnya konsentrasi partikulat di atmosfer, sehingga turut memengaruhi kualitas udara di wilayah lain.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan kualitas udara dan menyampaikan perkembangan ISPU kepada masyarakat secara berkala.
Dengan nilai PM10 mencapai 153, masyarakat Kabupaten Kampar diimbau tidak mengabaikan kondisi kualitas udara serta tetap mengikuti informasi resmi dan imbauan kesehatan dari instansi berwenang. RZ
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Veda Ega Pratama Jelaskan Insiden dengan David Munoz, Jalani Long Lap Penalti Dua Kali
- Olahraga
- 21 September 2026 08:49 WIB
TNI AU Pulihkan Senyum Anak Natuna Lewat Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit
- Natuna
- 21 September 2026 08:34 WIB
Pembinaan Teritorial Terintegrasi di Kepri Dorong Sinergi Pertahanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
- Kepri
- 20 September 2026 20:03 WIB
Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Austria
- Olahraga
- 20 September 2026 18:05 WIB
Gowes 2.500 Peserta Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Kampar
- Ekonomi
- 20 September 2026 16:28 WIB
Enjoy Karimun Event 2026 Hadirkan Perayaan Budaya, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Karimun
- 20 September 2026 14:03 WIB
Bupati Karimun Pimpin Peringatan HUT Ke-81 PMI, Serukan Kolaborasi dan Kepedulian Kemanusiaan
- Karimun
- 20 September 2026 14:00 WIB
Jelang Musda XI Golkar Kampar, Lokasi Mendadak Pindah ke Stanum
- Kampar
- 20 September 2026 12:41 WIB
Asian Games 2026: Tim Putri Indonesia Libas Mongolia, Siap Hadapi Chinese Taipei
- Olahraga
- 20 September 2026 11:20 WIB
Sopir Truk Dikeroyok di Tol Permai, PJR Kejar Terduga Pelaku hingga KM 20
- Hukrim
- 20 September 2026 11:12 WIB
Rumah Warga di Selatpanjang Kota Terbakar, Sejumlah Barang Berharga Tak Terselamatkan
- Kepulauan Meranti
- 20 September 2026 11:07 WIB
Antonio Gamaroni Borong Dua Gol, PSPS Raih Kemenangan Perdana di Kandang
- Olahraga
- 20 September 2026 08:15 WIB
Buka Porsadin VI Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lahirnya Generasi Berakhlakul Karimah
- Pendidikan
- 20 September 2026 08:12 WIB
Veda Ega Pratama Start dari P19 di Moto3 Austria, Gagal Tembus Q2
- Olahraga
- 20 September 2026 08:03 WIB
Menaker: Transisi Hijau Buka Peluang Baru bagi Tenaga Kerja
- Nasional
- 20 September 2026 07:59 WIB
Batik Kampar Tembus Panggung Internasional, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
- Traveliner
- 20 September 2026 07:05 WIB

