Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Selat Air Hitam Ditemukan Meninggal Dunia

KEPULAUAN MERANTI — Pencarian terhadap Bima Zulkarnain, korban kecelakaan laut yang melibatkan dua speedboat di Perairan Selat Air Hitam, Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, Bima ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban ditemukan di perairan Desa Sialang Pasung, Kabupaten Kepulauan Meranti. Lokasi tersebut berada cukup jauh dari titik awal kecelakaan yang terjadi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Sejak kejadian, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir kawasan sekitar lokasi kecelakaan hingga wilayah yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Polairud IPTU Abdul Roni, S.H., membenarkan bahwa korban yang sebelumnya dinyatakan belum ditemukan akhirnya berhasil dievakuasi.

"Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di Perairan Desa Sialang Pasung," ujar Abdul Roni.

Pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan mulai bergerak sejak pukul 07.00 WIB. Operasi diawali dengan pengecekan personel dan sarana pendukung, kemudian tim dibagi ke dalam sejumlah sektor untuk menyisir kawasan perairan.

Sebanyak 21 personel terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Mereka terdiri dari lima personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, tiga personel Ditpolairud Polda Riau, dua personel TNI AL, lima personel Basarnas, serta enam anggota keluarga korban.

Dalam proses pencarian, tim memperhitungkan kondisi arus, cuaca, serta karakteristik perairan untuk memperkirakan kemungkinan arah hanyut korban.

Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, tim menerima informasi mengenai keberadaan korban di perairan Desa Sialang Pasung. Setelah dilakukan pengecekan, korban diduga kuat merupakan Bima Zulkarnain.

"Korban ditemukan pada koordinat 1° 1' 35.097" N, 102° 41' 26.170" E," jelas Abdul Roni.

Selanjutnya, tim SAR gabungan mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut.

Bima Zulkarnain diketahui berusia 28 tahun dan merupakan warga Parit I/II Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian terhadap Bima dinyatakan selesai. Tim gabungan selanjutnya berkoordinasi dengan keluarga dan instansi terkait untuk proses identifikasi serta penanganan korban.

Kecelakaan laut yang melibatkan SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 terjadi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.10 WIB di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Sejak laporan kecelakaan diterima, pencarian dilakukan secara berkelanjutan hingga korban terakhir berhasil ditemukan pada hari ketiga.

(Abu Sofyan)

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru