Perempuan Tangguh Bencana, BPBD Kampar dan PLN Nusantara Power Bekali Warga Hadapi Situasi Darurat
KAMPAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar bersama PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Pekanbaru menggelar Pelatihan Perempuan Tangguh Bencana (PTB) di area pembangkit ULPLTA Koto Panjang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang didukung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Nusantara Power ini diikuti oleh perempuan dari desa-desa di sekitar kawasan ULPLTA Koto Panjang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kuok, Intan Monica Sandra, beserta para peserta dari wilayah sekitar pembangkit. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan fire blanket.
Pemateri, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurutnya, Kabupaten Kampar memiliki sejumlah potensi bencana, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga ancaman gempa bumi. Pada 2025, Kabupaten Kampar telah memiliki modul mitigasi retakan akibat gempa bumi, khususnya di wilayah Kampar Kiri.
Ia juga menjelaskan bahwa kawasan ULPLTA Koto Panjang yang membentang dari Tanjung Alai, Merangin, Kuok hingga Siak Hulu merupakan wilayah yang memiliki karakteristik geografis yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mitigasi bencana.
"Bencana tidak pernah mengenal waktu maupun gender. Namun berdasarkan berbagai kejadian, kelompok yang paling rentan menjadi korban adalah anak-anak dan perempuan. Karena itu, perempuan memiliki peran yang sangat penting sebagai pendamping keluarga, terutama bagi anak-anak dan lansia saat terjadi bencana," ujar Adi Candra.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan mengenai peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana, langkah-langkah mitigasi yang dapat dimulai dari lingkungan rumah, penanganan awal kebakaran rumah tangga.
"Hingga pentingnya melaporkan setiap potensi bencana kepada pemerintah desa, kepolisian, maupun instansi terkait," ujarnya.
Sementara itu, Camat Kuok, Intan Monica Sandra, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, perempuan merupakan garda terdepan dalam menjaga keselamatan keluarga sehingga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan edukasi yang penting bagi para perempuan. Kesibukan mengurus keluarga tidak boleh menjadi penghalang untuk memahami langkah-langkah menghadapi bencana. Dengan kegiatan ini, wawasan masyarakat, khususnya kaum perempuan di Kecamatan Kuok, semakin terbuka sehingga lebih sigap menghadapi berbagai potensi bencana," katanya.
Dalam sesi praktik, Intan juga ikut mencoba memadamkan api menggunakan APAR. Ia mengakui awalnya merasa ragu karena situasi kebakaran cukup menegangkan, namun setelah mendapat arahan dari instruktur, ia berhasil melakukannya dengan baik.
"Semoga masyarakat Kuok semakin sadar bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana harus dipelajari bersama agar kita mampu melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Corporate Legal PLN Nusantara Power, Helen Magdalena, mengatakan program Perempuan Tangguh Bencana merupakan wujud kepedulian Srikandi PLN Nusantara Power dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.
"Hari ini, Srikandi PLN Nusantara Power menjawab panggilan tersebut melalui program Perempuan Tangguh Bencana. Mengapa fokus pada perempuan? Karena dalam situasi krisis maupun bencana, perempuan kerap menjadi kelompok yang paling rentan. Namun di saat yang sama, perempuan adalah benteng pertahanan utama dalam keluarga dan komunitas. Ketika seorang perempuan dibekali pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan bencana, pada hakikatnya kita sedang menyelamatkan satu keluarga, bahkan satu desa," pungkas Helen. Herdi
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Veda Ega Pratama Jelaskan Insiden dengan David Munoz, Jalani Long Lap Penalti Dua Kali
- Olahraga
- 21 September 2026 08:49 WIB
TNI AU Pulihkan Senyum Anak Natuna Lewat Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit
- Natuna
- 21 September 2026 08:34 WIB
Pembinaan Teritorial Terintegrasi di Kepri Dorong Sinergi Pertahanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
- Kepri
- 20 September 2026 20:03 WIB
Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Austria
- Olahraga
- 20 September 2026 18:05 WIB
Gowes 2.500 Peserta Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Kampar
- Ekonomi
- 20 September 2026 16:28 WIB
Enjoy Karimun Event 2026 Hadirkan Perayaan Budaya, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Karimun
- 20 September 2026 14:03 WIB
Bupati Karimun Pimpin Peringatan HUT Ke-81 PMI, Serukan Kolaborasi dan Kepedulian Kemanusiaan
- Karimun
- 20 September 2026 14:00 WIB
Jelang Musda XI Golkar Kampar, Lokasi Mendadak Pindah ke Stanum
- Kampar
- 20 September 2026 12:41 WIB
Asian Games 2026: Tim Putri Indonesia Libas Mongolia, Siap Hadapi Chinese Taipei
- Olahraga
- 20 September 2026 11:20 WIB
Sopir Truk Dikeroyok di Tol Permai, PJR Kejar Terduga Pelaku hingga KM 20
- Hukrim
- 20 September 2026 11:12 WIB
Rumah Warga di Selatpanjang Kota Terbakar, Sejumlah Barang Berharga Tak Terselamatkan
- Kepulauan Meranti
- 20 September 2026 11:07 WIB
Antonio Gamaroni Borong Dua Gol, PSPS Raih Kemenangan Perdana di Kandang
- Olahraga
- 20 September 2026 08:15 WIB
Buka Porsadin VI Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lahirnya Generasi Berakhlakul Karimah
- Pendidikan
- 20 September 2026 08:12 WIB
Veda Ega Pratama Start dari P19 di Moto3 Austria, Gagal Tembus Q2
- Olahraga
- 20 September 2026 08:03 WIB
Menaker: Transisi Hijau Buka Peluang Baru bagi Tenaga Kerja
- Nasional
- 20 September 2026 07:59 WIB
Batik Kampar Tembus Panggung Internasional, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
- Traveliner
- 20 September 2026 07:05 WIB

