Polairud Kepulauan Meranti Kembali Sambangi Warga Pesisir, Bawa Bantuan Sembako

KEPULAUAN MERANTI, Resonansi.co – Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR) kembali membawa personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kepulauan Meranti menyambangi masyarakat pesisir. Kali ini, warga Dusun Cemaning, Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, menjadi sasaran kegiatan yang digelar pada Minggu (30/8/2026).

Perjalanan menuju kawasan tersebut dilakukan menggunakan armada patroli KP-1006. Kehadiran personel Satpolairud tidak hanya untuk menyapa masyarakat, tetapi juga memberikan sejumlah pelayanan serta bantuan yang dibutuhkan warga pesisir.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Polairud IPTU Abdul Roni, S.H., mengatakan program JALUR merupakan salah satu upaya Polri mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah pesisir dan memiliki keterbatasan akses.

"Program JALUR ini merupakan bentuk kehadiran Polri untuk menjangkau langsung masyarakat pesisir. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan pelayanan dan kepedulian," kata Abdul Roni.

Dalam kegiatan tersebut, Satpolairud menjalankan sejumlah program, di antaranya Sambang Nusa Presisi, Peduli Ekonomi Pesisir, Klinik Terapung, dan Pustaka Terapung.

Sebanyak 50 warga menerima bantuan sembako berupa beras, telur, dan mi instan. Sementara itu, anak-anak pesisir mendapat kesempatan membaca melalui Pustaka Terapung sekaligus menerima alat tulis.

Tim Si Dokkes Polres Kepulauan Meranti juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berupa pemeriksaan tekanan darah dan pemberian vitamin.

Selain pelayanan sosial, personel Satpolairud turut menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang dan selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.

Warga diingatkan untuk menjaga keamanan dan persaudaraan selama seluruh tahapan Pilkades. Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

"Jangan mudah terprovokasi dan mari kita bersama-sama menjaga situasi tetap aman, terutama dalam pelaksanaan Pilkades. Perbedaan pilihan jangan sampai menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat," pesan Abdul Roni.

Pesan lainnya berkaitan dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

"Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Kalau menemukan adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan agar bisa ditangani sejak dini," ujarnya.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan kepolisian, warga juga diingatkan dapat menghubungi Call Center Polri 110 apabila membutuhkan kehadiran atau pelayanan kepolisian.

Abdul Roni menegaskan, kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang sebagian besar terdiri dari wilayah perairan tidak boleh menjadi penghalang bagi polisi untuk hadir di tengah masyarakat.

"Medan dan jarak bukan alasan untuk tidak hadir. Justru masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan sulit dijangkau harus menjadi perhatian kita," tutupnya. Abu 

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru