Terima Pengurus LAK Terpilih, Bupati Kampar Ajak Wujudkan Falsafah Tali Bapilin Tigo

BANGKINANG KOTA – Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat sinergi dengan lembaga adat dalam menjaga kelestarian budaya, merawat persatuan, dan mendukung pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., saat menerima audiensi Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) terpilih, H. Marwas Dt. Bosau, bersama jajaran pengurus, Senin (12/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan ninik mamak sebagai pemangku adat yang memiliki peran penting dalam membimbing masyarakat serta menjaga marwah adat istiadat di Kabupaten Kampar.

Bupati Ahmad Yuzar menyampaikan ucapan selamat kepada H. Marwas Dt. Bosau yang terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Besar (Mubes) LAK. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan baik, memperkuat pembinaan ninik mamak, melestarikan nilai-nilai adat, serta membimbing anak kemenakan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Kampar tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan, nasihat, dan masukan dari ninik mamak. Mari kita berjalan bersama membangun Kampar agar tetap aman, nyaman, sejuk, dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat,” ujar Ahmad Yuzar.

Menurutnya, keberadaan Lembaga Adat Kampar memiliki arti penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat keharmonisan sosial. Sinergi antara pemerintah dan pemangku adat diharapkan dapat menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Bupati juga menekankan pentingnya mengimplementasikan falsafah Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajoghangan dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pembangunan daerah.

Falsafah tersebut mencerminkan pentingnya kebersamaan, persatuan, dan kerja sama antara berbagai unsur masyarakat. Melalui hubungan yang harmonis antara pemerintah, pemangku adat, ulama, dan seluruh elemen masyarakat, pembangunan di Kabupaten Kampar diharapkan dapat berjalan lebih baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ahmad Yuzar berharap nilai-nilai adat tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan, menyelesaikan persoalan sosial, dan memperkuat rasa tanggung jawab bersama terhadap kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua LAK terpilih, H. Marwas Dt. Bosau, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran lembaga adat dan membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar. Ia juga memohon bimbingan serta tunjuk ajar Bupati Kampar selaku Payung Panji Adat di Kabupaten Kampar dalam menjalankan amanah kepengurusan periode 2026–2030.

Marwas berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperkuat pelaksanaan program-program adat, menjaga keberlangsungan tradisi, serta meningkatkan peran ninik mamak dalam membina generasi penerus.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris LAK, Khairunnas Dt. Majo Sinaro, menyampaikan bahwa penobatan Ketua LAK direncanakan berlangsung pada 25 Oktober 2026. Pihaknya berharap Bupati Kampar dapat hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Payung Panji Adat Kampar.

Audiensi tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Afdhal, S.T., M.T., bersama Kepala Bidang Kebudayaan, Admiral, S.P., M.Si., serta sejumlah ninik mamak dan pengurus LAK.

Melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan Lembaga Adat Kampar, diharapkan pelestarian adat dan budaya terus berjalan seiring dengan pembangunan daerah. Dengan menjunjung tinggi falsafah Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajoghangan, Kabupaten Kampar diharapkan semakin kokoh dalam menjaga identitas budaya, mempererat persatuan, dan mewujudkan masyarakat yang harmonis serta sejahtera. Adv

Editor : Reza MF
Tag : # Kampar



Bagikan

Berita Terbaru