Warga Natuna Siap-siap, Pawai Budaya Terbesar akan Meriahkan HUT ke-81 RI

Natuna, resonansi.co – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memantapkan persiapan pelaksanaan Pawai Budaya Tahun 2026, yang akan menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Natuna.

Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui Rapat Koordinasi Pemantapan Pelaksanaan Pawai Budaya Tahun 2026 yang dipimpin Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda, di Ruang Rapat Kesbangpol Natuna, Kamis (6/8/2026) pagi.

 

Rapat yang dihadiri berbagai unsur itu menjadi momentum menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pesta budaya tahunan berlangsung aman, tertib, semarak, dan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat.

 

Dalam arahannya, Helmi Wahyuda mengungkapkan bahwa Pawai Budaya 2026 diproyeksikan akan diikuti sekitar 3.500 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari paguyuban, pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat se-Bunguran Besar, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum akan ambil bagian dalam parade yang menampilkan keberagaman budaya Natuna.

 

Tak hanya parade budaya, kemeriahan perayaan juga akan semakin lengkap dengan pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, yang dipersiapkan sebagai salah satu magnet bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekuatan pertahanan negara.

 

Pawai Budaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, mulai pukul 06.00 WIB. Ribuan peserta akan memulai perjalanan dari Pasar Baru, Jalan Datuk Wan Muhammad Benteng, kemudian menyusuri jalan utama Kota Ranai sebelum berakhir di kawasan Globe Pantai Piwang, Jalan Soekarno-Hatta.

 

Agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, panitia menetapkan sejumlah ketentuan teknis yang wajib dipatuhi peserta. Setiap kontingen diwajibkan menyerahkan sinopsis penampilan maksimal satu halaman ukuran F4 dengan spasi 1,5 untuk dibacakan oleh pembawa acara. Sementara itu, peserta yang akan tampil di panggung utama diberi waktu sekitar empat hingga lima menit, sehingga seluruh kontingen dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk menampilkan kreativitas terbaiknya.

 

Helmi menegaskan, suksesnya Pawai Budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia pelaksana, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, TNI-Polri, lembaga pendidikan, paguyuban, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan perayaan tersebut.

 

"Pawai Budaya bukan sekedar parade tahunan, tetapi menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan budaya yang kita miliki, mempererat persatuan, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai kebanggaan bersama dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan kemeriahannya," ujar Helmi.

 

Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki Natuna merupakan kekuatan yang harus terus dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda. Melalui Pawai Budaya, masyarakat tidak hanya diajak merayakan kemerdekaan, tetapi juga memperkokoh rasa persatuan di tengah keberagaman suku, adat, dan tradisi yang hidup di Kabupaten Natuna.

 

Dengan koordinasi yang semakin matang dan sinergi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Natuna optimistis Pawai Budaya Tahun 2026 akan menjadi salah satu agenda paling semarak dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari sekedar hiburan, kegiatan ini diharapkan menjadi panggung pelestarian budaya, memperkuat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

 

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri para ketua dan perwakilan paguyuban, kepala sekolah SMA dan SMP sederajat, Kepala SLB Natuna, serta perwakilan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, BPBD, dan Dinas Perhubungan yang akan terlibat dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Pawai Budaya 2026. (Zaki) 

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru