Diduga Mainkan Anggaran PMT, Tokoh Masyarakat Desak APH Usut Kepala Puskesmas Pandau Jaya
BANGKINANG - Dugaan penyimpangan anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di lingkungan Puskesmas kembali mencuat di Kabupaten Kampar.
Tokoh masyarakat mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut dugaan permainan anggaran PMT yang melibatkan oknum Kepala Puskesmas Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu.
Dana PMT merupakan program pemerintah untuk meningkatkan gizi balita, khususnya anak-anak kurang gizi dan berisiko stunting. Namun, program strategis ini diduga tidak dijalankan sebagaimana mestinya dan justru “dipermainkan” oleh oknum tertentu.
Informasi tersebut disampaikan seorang tokoh masyarakat Kabupaten Kampar yang enggan disebutkan namanya kepada sejumlah wartawan di Bangkinang. Ia mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat terkait dugaan penyimpangan anggaran PMT oleh Kepala Puskesmas Pandau Jaya berinisial ES.
Menurutnya, persoalan ini bahkan telah dilaporkan ke Polres Kampar. Ia pun meminta media turut mengawal proses hukum dan mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Sangat disayangkan jika anggaran untuk pemenuhan gizi balita justru disalahgunakan. Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi menyangkut hak anak-anak dan masa depan generasi,” tegasnya.
Ia menilai, jika anggaran PMT benar dimainkan, maka kualitas makanan yang diterima balita menjadi tidak sesuai standar.
“Kalau ini benar dimainkan, keterlaluan sekali. Harusnya makanan anak-anak itu bergizi, tapi karena banyak dipangkas, akhirnya jadi asal-asalan,” ujarnya.
Selain dugaan penyimpangan anggaran, tokoh masyarakat tersebut juga mengungkap adanya keluhan dari internal Puskesmas terkait sikap arogan oknum Kapus ES.
“Katanya dia merasa punya kekuatan karena mengaku dekat dengan bupati,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Asmara Fitrah Abadi, mengakui pihaknya pernah menindaklanjuti laporan terkait pelaksanaan PMT di Puskesmas Pandau Jaya. Bahkan, ia bersama Sekretaris Dinas Kesehatan pernah turun langsung ke lapangan dan memanggil yang bersangkutan ke kantor dinas.
Namun, saat kunjungan pada 2024 lalu, dr. Asmara mengaku tidak bertemu langsung dengan Kepala Puskesmas tersebut.
“Sekali saya ke sana, tapi yang bersangkutan tidak ada di kantor,” ungkapnya.
Ia juga mengeluhkan sikap Kapus yang dinilai tidak mengindahkan arahan dinas. “Kami saja tidak didengarkan, apalagi yang lain,” ujarnya.
Meski demikian, dr. Asmara menegaskan bahwa sejak awal pihaknya telah mengingatkan seluruh Puskesmas agar mengelola dana PMT sesuai petunjuk teknis dan regulasi yang berlaku.
“Jangan berdasarkan asumsi, tapi harus berdasarkan aturan,” tegasnya.
Terkait alur anggaran, ia menjelaskan bahwa dana PMT langsung masuk ke rekening masing-masing Puskesmas dengan peruntukan yang jelas. Besaran anggaran sekitar Rp16.000 per porsi per hari, dengan rincian Rp3.000 untuk pengelola dan Rp13.000 untuk bahan makanan.
Program PMT sendiri bertujuan memperbaiki status gizi balita bermasalah, termasuk anak stunting dan ibu hamil, sehingga harus dijalankan secara maksimal.
“Ini program prioritas negara dan harus dipertanggungjawabkan,” katanya.
Dalam pertemuan sebelumnya bersama wartawan, dr. Asmara juga mengaku kecewa setelah menerima laporan bahwa makanan PMT di Puskesmas Pandau Jaya hanya berupa jajanan pasar dengan nilai gizi rendah dan harga jauh di bawah anggaran.
“Seharusnya dengan anggaran segitu, anak-anak bisa makan makanan bergizi, bahkan daging,” tegasnya.
Terkait aspek hukum, Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Ramadhan melalui Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Kampar, Ipda Roy Sandi, membenarkan adanya laporan dugaan penyimpangan PMT yang masuk ke pihaknya.
Saat ini, kata Roy, pihak kepolisian masih berada pada tahap pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) serta klarifikasi.
“Kami sedang mempelajari seluruh dokumen dan bahan yang diperlukan. Jika ditemukan indikasi tertentu, akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur,” jelasnya.
Hingga berita ini dinaikkan, Kepala Puskesmas Pandau Jaya berinisial ES belum memberikan konfirmasi meski telah dihubungi sejumlah wartawan sejak Jumat (12/12/2025) lalu. **
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Nasional
- 01 April 2026 05:41 WIB
Kejari Rohil Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers, Firdaus Tekankan Sinergi dan Keterbukaan Informasi
- Rohil
- 01 April 2026 05:35 WIB
IBOS Expo 2026 Kembali Digelar Agustus, Targetkan 7.500 Pengunjung dan 120 Brand Peluang Bisnis
- Nasional
- 31 Maret 2026 19:24 WIB
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:53 WIB
PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:48 WIB
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
- Nasional
- 31 Maret 2026 16:20 WIB
Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal
- Siak
- 31 Maret 2026 12:26 WIB
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Kritik Keras Rencana PSN Pulau Poto
- Kepri
- 31 Maret 2026 05:37 WIB
Bupati Afni Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis
- Siak
- 30 Maret 2026 21:44 WIB
Tebar Manfaat Seraya Penuhi Hak WBP, Lapas Tembilahan gandeng BAZNAS Hadirkan Dampak nyata
- Inhil
- 30 Maret 2026 13:53 WIB
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Minta ASN Kepri Tingkatkan Kinerja
- Kepri
- 30 Maret 2026 13:39 WIB
