Janji Debat Publik Viral, Jejak Digital Ahmad Yuzar- Misharti Jadi Sorotan Usai TPP PPPK Dipangkas
BANGKINANG – Potongan video berdurasi 1 menit 9 detik yang memuat pernyataan Ahmad Yuzar saat debat publik Pilkada Kampar 2024 kembali ramai beredar di berbagai grup WhatsApp. Video tersebut mencuat seiring terungkapnya penurunan drastis Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi PPPK di Kabupaten Kampar untuk tahun anggaran 2026.
Dalam video yang beredar, Ahmad Yuzar pada sesi closing statement debat publik Pilkada 2024 menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kesejahteraan aparatur, termasuk komitmen menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN, PPPK, guru, serta tenaga kesehatan.
“Untuk mencapai visi yang telah kami tetapkan, hal-hal prioritas yang akan kami lakukan adalah meningkatkan SDM aparatur pemerintah dan masyarakat,” ujar Ahmad Yuzar, yang kala itu diiringi tepuk tangan Wakil Bupati terpilih Misharti, saat debat publik di Ballroom Labersa Hotel Siak Hulu, Sabtu (2/11/2024) lalu.
Namun, kebijakan yang terealisasi di lapangan justru menunjukkan arah sebaliknya. Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Setda Kampar, M. Fadli Mukhtar, mengungkapkan bahwa TPP PPPK pada tahun anggaran 2026 ditetapkan hanya sebesar Rp300.000 per bulan.
Angka tersebut turun signifikan dibandingkan TPP PPPK tahun 2025 yang mencapai Rp850.000 per bulan.
"Untuk tahun 2026, TPP PPPK di Kabupaten Kampar ditetapkan sebesar Rp300.000," ujar Fadli saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kampar bersama manajemen RSUD Bangkinang dan Bagian Ortal Setda Kampar, Senin (19/1/2026).
Pemkab Kompak Bungkam
Redaksi berupaya melakukan konfirmasi terkait kebijakan penurunan TPP PPPK tersebut kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Kampar, baik melalui konfirmasi langsung maupun tertulis.
Sejumlah jurnalis mendatangi Kantor Sekretariat Daerah Kampar untuk meminta penjelasan dari Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kampar, Ardi Mardiansyah. Namun, setelah menunggu hampir dua jam, para pewarta tidak berhasil menemui Pj Sekda. Padahal, mobil dinas bernomor polisi BM 5 F terlihat terparkir di depan kantor.
Upaya konfirmasi tertulis melalui pesan singkat WhatsApp kepada Pj Sekda juga tidak mendapat respons.
Hal serupa terjadi saat redaksi menghubungi Bupati dan Wakil Bupati Kampar, Ahmad Yuzar- Misharti. Hingga berita ini diturunkan, pesan yang dikirim terkait kejelasan pemangkasan TPP PPPK tahun 2026 tersebut belum mendapat jawaban. HP
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi Ribuan Pemuda di Padang
- Nasional
- 16 Mei 2026 20:21 WIB
Polres Kepulauan Meranti Gelar Panen Raya Jagung dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri
- Kepulauan Meranti
- 16 Mei 2026 19:20 WIB
Desa Wisata Rantau Langsat Masuk Nominasi API Award 2026 Kategori Promosi Digital
- Inhu Traveliner
- 16 Mei 2026 13:33 WIB
Disdukcapil Kampar Tetap Buka Pelayanan Saat Libur Nasional dan Cuti Bersama
- Kampar
- 16 Mei 2026 12:17 WIB
Disdik Riau Larang Sekolah Tahan Ijazah, Tunggakan Siswa Akan Dibantu Baznas
- Pendidikan
- 16 Mei 2026 11:05 WIB
Petani Plasma Bentuk Tim Revitalisasi, Desak DPRD Rohil Gelar RDP
- Rohil
- 16 Mei 2026 10:52 WIB
Merasa Dirugikan, PT Sasando Akhirnya Buka Suara soal Central Hill
- Batam
- 16 Mei 2026 06:19 WIB
Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Setelah 30 Jam Pencarian
- Kampar
- 15 Mei 2026 22:30 WIB
Jelang Idul Adha, Sekda Kepri Misni Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center
- Kepri
- 15 Mei 2026 21:07 WIB
Beralasan Ekonomi, Seorang Ibu di Bengkalis Nekat Jajakan Sabu
- Hukrim
- 15 Mei 2026 18:14 WIB
PKS Riau Dorong DPRD Bantu Pemda Genjot PAD di Tengah Pemangkasan Dana Pusat
- Ekonomi
- 15 Mei 2026 17:07 WIB
