Jaspel Nakes Tertunggak Segera Dibayar RSUD RAT Kepri
TANJUNGPINANG, RESONANSI.CO-
Tunggakan Jasa Pelayanan (Jaspel) bagi tenaga kesehatan medis dan nonmedis RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau selama tiga bulan pada tahun 2024 dipastikan akan dibayarkan pada tahun anggaran 2026.
Wakil Direktur Bidang Keuangan, Umum, dan Perencanaan RSUD RAT Kepri, Harry Prima, mengatakan bahwa anggaran pembayaran Jaspel tersebut telah dialokasikan pada tahun 2026 dan seluruh administrasi serta SuratPertanggungjawaban (SPJ) telah dilengkapi.
“Pada tahun 2026 ini anggarannya sudah tersedia dan administrasi serta SPJ sudah kami lengkapi. Selanjutnya akan kami ajukan untuk direviu oleh Inspektorat. Setelah proses pemeriksaan keabsahan dan kelayakan dokumen selesai, pembayaran Jaspel akan segera dilakukan,” kata Harry, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, RSUD Raja Ahmad Tabib telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai rumah sakit rujukan utama dalam jejaring layanan prioritas nasional. Layanan tersebut meliputi penanganan kanker, jantung dan pembuluh darah, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Penetapan tersebut, menurutnya, menuntut peningkatan kapasitas pelayanan rumah sakit, baik dari sisi sarana dan prasarana, pemenuhan tenaga medis spesialis, maupun penerapan standar mutu layanan sesuai regulasi nasional. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan pembiayaan operasional rumah sakit.
Berdasarkan data manajemen, total utang rumah sakit hingga tahun 2024 merupakan akumulasi dari utang tahun-tahun sebelumnya dan tahun berjalan. RSUD RAT Kepri telah melunasi utang sebesar Rp12,7 miliar, terutama untuk pengadaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai. Sementara itu, sisa utang jasa pelayanan tahun berjalan dan sebelumnya masih mencapai Rp15,9 miliar.
“Total Rp15,9 miliar tersebut digunakan untuk membayar tunggakan Jaspel selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2024, bagi 921 tenaga kesehatan medis dan nonmedis di RSUD Raja Ahmad Tabib Kepri,” jelasnya.
Kondisi keuangan rumah sakit tersebut telah dilaporkan dan diusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk mendapatkan dukungan penyelesaian. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Gubernur Kepri disebut telah memberikan perhatian dan memprioritaskan upaya penyelesaian agar pelayanan rumah sakit tetap berjalan optimal.
Manajemen RSUD RAT Kepri juga menjelaskan bahwa akumulasi utang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kebutuhan pembenahan tata kelola, tingginya tuntutan standar pelayanan sebagai rumah sakit rujukan yang belum sepenuhnya seimbang dengan pendapatan, serta pemanfaatan anggaran yang belum optimal di tengah peningkatan jumlah pasien dan kebutuhan operasional.
Selain itu, program kendali mutu dan biaya, seperti rujuk balik, belum berjalan maksimal sehingga beban pembiayaan obat-obatan masih harus ditanggung oleh pihak rumah sakit.
Sebagai langkah penyelesaian, manajemen RSUD RAT Kepri telah menyampaikan telaah staf kepada Gubernur Kepulauan Riau yang memuat upaya perbaikan tata kelola, antara lain melalui penguatan Satuan Pengendali Internal dan Dewan Pengawas, serta pengusulan tambahan bantuan operasional dari APBD.
Langkah lainnya meliputi penyesuaian standar pelayanan sesuai ketentuan BPJS Kesehatan dan tarif INA-CBG’s, optimalisasi penggunaan aplikasi SIMETRIS untuk kendali mutu dan biaya, penerapan transparansi dan akuntabilitas anggaran, serta penyelesaian kewajiban secara bertahap dengan dukungan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
“Manajemen RSUD Raja Ahmad Tabib menegaskan komitmen untuk terus menjalankan peran sebagai rumah sakit rujukan provinsi dan rumah sakit pendidikan secara profesional, menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien, serta berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi,” ucap Hari Prima. (Rizal)
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Nasional
- 01 April 2026 05:41 WIB
Kejari Rohil Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers, Firdaus Tekankan Sinergi dan Keterbukaan Informasi
- Rohil
- 01 April 2026 05:35 WIB
IBOS Expo 2026 Kembali Digelar Agustus, Targetkan 7.500 Pengunjung dan 120 Brand Peluang Bisnis
- Nasional
- 31 Maret 2026 19:24 WIB
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:53 WIB
PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:48 WIB
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
- Nasional
- 31 Maret 2026 16:20 WIB
Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal
- Siak
- 31 Maret 2026 12:26 WIB
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Kritik Keras Rencana PSN Pulau Poto
- Kepri
- 31 Maret 2026 05:37 WIB
Bupati Afni Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis
- Siak
- 30 Maret 2026 21:44 WIB
Tebar Manfaat Seraya Penuhi Hak WBP, Lapas Tembilahan gandeng BAZNAS Hadirkan Dampak nyata
- Inhil
- 30 Maret 2026 13:53 WIB
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Minta ASN Kepri Tingkatkan Kinerja
- Kepri
- 30 Maret 2026 13:39 WIB
