Pasien Kanker Asal Kampar Dua Tahun Tidur di Pendopo RS, Berharap Pemkab Sediakan Rumah Singgah
PEKANBARU- Selama lebih dari dua tahun, NH, pasien kanker payudara asal Kampar, terpaksa tidur di pendopo RSUD Arifin Achmad setiap kali menjalani pengobatan, karena tak mampu menyewa tempat tinggal sementara di Pekanbaru.
NH adalah pasien kanker payudara stadium lanjut yang menjalani perawatan jalan di RSUD Arifin Achmad, rumah sakit rujukan utama di Provinsi Riau.
Sudah lebih dari dua tahun, pasangan ini menjalani rutinitas melelahkan tersebut. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tidak menyewa homestay atau kos. Pendopo rumah sakit menjadi satu-satunya tempat bermalam.
"Kami tidur di pendopo ini karena tidak sanggup menyewa tempat menginap. Kalau harus bolak-balik setiap hari, kondisi tubuh saya tidak kuat," cerita NH lirih, Rabu (14/01/2026).
NH dan suaminya, SY bukan satu-satunya. Di pendopo rumah sakit itu, banyak warga Kampar lainnya dengan kondisi serupa, pasien atau keluarga pasien yang harus menjalani perawatan lanjutan selama beberapa hari, bahkan berminggu-minggu.
Pendopo sejatinya bukan tempat menginap. Namun pihak rumah sakit memberikan toleransi atas dasar kemanusiaan.
"Untung pihak rumah sakit mengizinkan kami tidur di sini. Padahal sebenarnya pendopo ini bukan untuk menginap," kata SY.
Sebagian besar pasien harus menjalani rangkaian pemeriksaan yang tidak bisa diselesaikan dalam sehari.
Pemeriksaan laboratorium, rontgen, hingga CT scan kerap membuat mereka harus tinggal di Pekanbaru selama dua hingga tiga hari setiap pekan.
Kondisi menjadi lebih berat ketika pasien menjalani terapi khusus seperti radioterapi.
"Kalau pengobatan sinar radioterapi, kami bisa sampai satu bulan penuh di Pekanbaru. Selama itu pula kami tidur di pendopo," ujar SY.
NH mengakui, pelayanan medis di RSUD Arifin Achmad sangat baik. Dengan BPJS Kesehatan, seluruh biaya pengobatan ditanggung negara.
"Kami tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk berobat. Pelayanannya sangat baik," kata NH.
Namun persoalan muncul di luar aspek medis. Kebutuhan dasar seperti tempat tinggal sementara dan makanan tambahan belum tersentuh.
Pasien kanker, menurut NH, membutuhkan asupan energi dan protein yang cukup untuk melawan efek samping pengobatan. Namun makanan rumah sakit sering kali tidak mencukupi kebutuhan tersebut.
"Kadang kami harus cari makanan tambahan di luar. Itu pun kalau ada uang," ujarnya.
Pengalaman panjang ini mendorong NH dan warga Kampar lainnya menyuarakan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kampar menyediakan rumah singgah bagi masyarakat miskin yang berobat di Pekanbaru.
Rumah singgah dinilai menjadi solusi realistis, terutama bagi pasien rujukan yang harus tinggal lama di ibu kota provinsi.
"Kalau ada rumah singgah, kami bisa istirahat dengan layak. Tidak perlu tidur di pendopo rumah sakit," ujar NH.
Menurut mereka, jumlah warga Kampar yang berobat di RSUD Arifin Achmad tidak sedikit. Sebagai rumah sakit rujukan provinsi, RSUD Arifin Achmad menampung pasien dari berbagai kabupaten/kota, termasuk Kampar.
Tanpa rumah singgah, pasien miskin berada pada posisi rentan, kelelahan fisik, tekanan psikologis, dan risiko kesehatan akibat tempat istirahat yang tidak memadai.
Kisah NH menyingkap satu celah penting dalam sistem perlindungan kesehatan, jaminan medis sudah tersedia, tetapi jaminan sosial penunjang belum sepenuhnya hadir.
BPJS Kesehatan memastikan akses pengobatan, namun biaya hidup selama pengobatan, tempat tinggal sementara, konsumsi tambahan, dan kebutuhan harian, masih menjadi beban pasien miskin.
Rumah singgah bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bentuk kehadiran negara di titik paling rapuh kehidupan warganya.
"Yang kami minta bukan mewah. Cukup tempat untuk beristirahat dengan layak saat berjuang melawan penyakit," pungkas NH. FLS
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Nasional
- 01 April 2026 05:41 WIB
Kejari Rohil Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers, Firdaus Tekankan Sinergi dan Keterbukaan Informasi
- Rohil
- 01 April 2026 05:35 WIB
IBOS Expo 2026 Kembali Digelar Agustus, Targetkan 7.500 Pengunjung dan 120 Brand Peluang Bisnis
- Nasional
- 31 Maret 2026 19:24 WIB
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:53 WIB
PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:48 WIB
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
- Nasional
- 31 Maret 2026 16:20 WIB
Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal
- Siak
- 31 Maret 2026 12:26 WIB
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Kritik Keras Rencana PSN Pulau Poto
- Kepri
- 31 Maret 2026 05:37 WIB
Bupati Afni Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis
- Siak
- 30 Maret 2026 21:44 WIB
Tebar Manfaat Seraya Penuhi Hak WBP, Lapas Tembilahan gandeng BAZNAS Hadirkan Dampak nyata
- Inhil
- 30 Maret 2026 13:53 WIB
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Minta ASN Kepri Tingkatkan Kinerja
- Kepri
- 30 Maret 2026 13:39 WIB
