Pelayanan ASDP Telaga Punggur Disorot, Tiket Online Selalu Habis, Calo Justru Punya ?

Batam, resonansi.co – Pelayanan penjualan tiket kapal RoRo Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (ASDP) di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, kembali menjadi sorotan masyarakat. Banyak calon penumpang mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket karena sering kali habis dalam waktu singkat, apalagi menjelang hari lebaran, sementara di lapangan justru marak peredaran tiket melalui para calo dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Sejumlah warga mengaku kerap mengalami kendala saat membeli tiket, baik secara langsung di loket maupun melalui sistem daring. Tidak sedikit calon penumpang yang sudah datang lebih awal atau mencoba membeli tiket melalui aplikasi dan tautan resmi yang disediakan pihak ASDP, namun tetap tidak mendapatkan tiket karena dinyatakan telah habis terjual termasuk beberapa hari ke depan sampai puncak lebaran Idul Fitri. 

Masyarakat menilai sistem penjualan tiket secara online yang disarankan oleh pihak ASDP justru kerap membingungkan. Penjualan tiket biasanya diumumkan dibuka pada jam tertentu, namun dalam hitungan menit tiket langsung habis. Bahkan, tidak jarang hanya dalam waktu sekitar lima menit kuota tiket sudah kosong.

Di hari berikutnya, kuota kembali dibuka pada waktu tertentu namun jumlahnya sangat terbatas. Belum sempat banyak calon penumpang melakukan pemesanan, tiket kembali dinyatakan habis. Kondisi ini membuat masyarakat menilai sistem penjualan tiket tersebut seakan tidak berjalan secara maksimal.

Ironisnya, ketika tiket di jalur resmi dinyatakan habis, di sekitar area pelabuhan maupun sosial media justru banyak pihak yang menawarkan tiket kepada calon penumpang dengan harga yang tidak wajar. Hal ini memunculkan kecurigaan masyarakat terhadap distribusi tiket yang dinilai tidak transparan.

Berdasarkan informasi yang didapati media ini, praktik percaloan disebut-sebut masih marak terjadi. Bahkan, beberapa calon penumpang menduga ada pihak tertentu yang seakan memanfaatkan situasi tersebut. Masyarakat menilai pihak pengelola terkesan menutup mata terhadap aktivitas para calo yang bebas menawarkan tiket kepada penumpang.

Selain itu, tidak sedikit pula yang menduga adanya oknum yang membantu meloloskan penumpang untuk naik ke kapal dengan bayaran tertentu. Praktik tersebut membuat harga tiket yang semestinya normal justru melonjak hingga dua kali lipat bahkan lebih.

Salah seorang calon penumpang tujuan Batam–Kuala Tungkal, Jambi, mengaku terpaksa membeli tiket melalui calo karena tidak mendapatkan tiket resmi di loket maupun secara online.

“Ya mau tak mau lah bang, daripada gak bisa mudik, terpaksa kita beli dengan harga yang ditawarkan. Saya aja awalnya ditawar Rp350 ribu satu tiket, karena kami berlima akhirnya bisa nego dapat lah Rp300 ribu, padahal harga aslinya sekitar Rp180 ribuan,” jelas Adi salah seorang penumpang yang hendak mudik tujuan Kuala Tungkal, Kamis (12/3/2026).

Selain itu, masyarakat juga menilai seharusnya masih ada solusi bagi calon penumpang meskipun kuota tiket secara online telah habis. Mereka berharap pembelian tiket tetap dapat dilakukan langsung di pelabuhan agar semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk bisa pulang ke kampung halaman.

Menurut warga, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan atau akses untuk membeli tiket secara online. Oleh karena itu, sistem penjualan tiket yang sepenuhnya bergantung pada jalur daring dinilai kurang berpihak kepada masyarakat kecil.

Apalagi momen mudik lebaran merupakan waktu yang sangat dinantikan untuk bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Banyak calon penumpang berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam hal akses transportasi yang adil dan mudah dijangkau.

“Harusnya pemerintah berpihak kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat justru merasa dipersulit atau bahkan seperti tertindas hanya untuk bisa pulang kampung,” ujar salah seorang warga lainnya. 

Masyarakat pun meminta Pemerintah Kota Batam maupun Pemerintah Provinsi Kepri dan pihak terkait segera turun tangan untuk mengevaluasi sistem pelayanan serta distribusi tiket di Pelabuhan Telaga Punggur. Penertiban terhadap praktik percaloan serta perbaikan sistem penjualan tiket dinilai penting agar pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan tidak lagi merugikan calon penumpang.

Sementara itu, berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut, media ini telah berupaya menghubungi pihak terkait untuk meminta klarifikasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, media ini belum menerima jawaban. (ZK

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terkait