PLN Batam dan Altiva Identity Datacenter Teken PJBTL 2 x 345 MVA, Perkuat Batam sebagai Pusat Ekonomi Digital

Batam-Resonansi.co – PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Datacenter menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan total kapasitas 2 x 345 MVA atau 690 MVA untuk mendukung pengembangan pusat data di Kawasan Nongsa, Batam.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital Batam dan mendukung pengembangan kawasan data center dengan kapasitas hingga 700 MVA. Pasokan listrik direncanakan mulai disalurkan secara bertahap pada 2027.

Penandatanganan PJBTL disaksikan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, bersama jajaran BP Batam, PLN Batam, dan manajemen PT Altiva Identity Datacenter.

Amsakar mengatakan keputusan Altiva memilih Batam menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi daerah tersebut sebagai pusat investasi berbasis teknologi.

“Batam merupakan daerah yang sangat representatif untuk pengembangan investasi berbasis teknologi. Lokasinya strategis, aksesibilitasnya terbuka, dan berhadapan langsung dengan salah satu pusat ekonomi utama di kawasan Asia,” kata Amsakar dalam keterangan resmi, Selasa (29/7).

Menurut dia, Pemerintah Kota Batam dan BP Batam siap mempercepat proses perizinan serta memberikan dukungan lintas sektor bagi investor yang masuk ke Batam.

“Apabila kebutuhan kelistrikannya telah dipersiapkan oleh PLN Batam, maka dari sisi perizinan dan dukungan lainnya kami juga siap mempercepat dan memudahkan apa yang dibutuhkan investor,” ujarnya.

Amsakar menilai arus investasi sektor digital pada 2026-2027 harus dimanfaatkan secara optimal karena semakin banyak perusahaan teknologi dan data center berskala besar memilih Batam sebagai lokasi investasi.

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo menyatakan kerja sama tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap kesiapan sistem kelistrikan Batam.

“Melalui PJBTL ini, PLN Batam akan menyediakan pasokan tenaga listrik bagi pengembangan PT Altiva Identity Datacenter. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi energi bagi pertumbuhan ekonomi digital di Batam,” katanya.

Ia menegaskan kepastian pasokan energi menjadi faktor utama bagi industri data center dalam menentukan lokasi investasi. Karena itu, PLN Batam terus memperkuat sistem dan infrastruktur kelistrikan agar mampu memenuhi kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

PLN Batam sebelumnya juga telah menjalin kerja sama penyediaan listrik dengan sejumlah investor data center berskala besar di Batam.

Sementara itu, Direktur PT Altiva Identity Datacenter Edi Haryanto mengatakan perusahaan tidak hanya membangun fasilitas pusat data, tetapi juga ingin berkontribusi dalam menjadikan Batam sebagai salah satu pusat ekonomi digital nasional.

“Dengan dukungan BP Batam, kesiapan PLN Batam, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Batam akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat infrastruktur digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” kata Edi.

Proyek Altiva Datacenter dikembangkan di atas lahan sekitar 11 hektare di Kawasan Nongsa dan direncanakan berkembang bertahap hingga lebih dari 30 hektare.

Dengan dukungan infrastruktur kelistrikan dari PLN Batam dan posisi geografis yang dekat dengan Singapura, proyek tersebut diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional sekaligus meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi investasi teknologi.

PLN Batam menegaskan kolaborasi antara pemerintah, BP Batam, investor, dan penyedia infrastruktur akan menjadi modal penting untuk menjadikan Batam sebagai pusat ekonomi digital yang kompetitif di tingkat regional dan global. (HL)

Editor : Reza MF
Tag : # Batam



Bagikan

Berita Terbaru