PWI Pekanbaru Siap Kawal SPMB 2026, Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli di Sekolah

PEKANBARU – Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekanbaru menyatakan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 agar berlangsung transparan, adil, dan bebas dari berbagai praktik penyimpangan.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Pokja PWI Kota Pekanbaru, Andre Zaky, saat menghadiri Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Pakta Integritas SPMB Tahun 2026 yang digelar di Balai Pendidikan Menengah (BPM) Riau, Pekanbaru, Senin (8/6/2026).

Menurut Andre, SPMB merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Karena itu, seluruh proses penerimaan murid baru harus menjamin hak yang sama bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi sosial, ekonomi, maupun intervensi pihak tertentu.

“SPMB harus berjalan sesuai aturan dan prinsip keadilan. Tidak boleh ada lagi istilah siswa titipan, baik dari pejabat, tokoh masyarakat maupun pihak lain yang memiliki pengaruh. Semua harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan,” tegas Andre.

Ia menilai pelaksanaan SPMB tahun ini harus bersih dari praktik siswa titipan, pungutan liar (pungli), percaloan, hingga bentuk intervensi lain yang dapat merusak integritas sistem penerimaan peserta didik.

Untuk itu, PWI Pekanbaru mendorong panitia dan dinas terkait agar konsisten menjalankan seluruh tahapan penerimaan sesuai regulasi yang berlaku. Sekolah juga diharapkan berani menolak berbagai upaya masuk melalui jalur tidak resmi.

Andre mengingatkan, praktik penerimaan siswa di luar sistem dapat berdampak serius terhadap masa depan peserta didik. Siswa yang tidak terdaftar secara resmi berpotensi mengalami kendala administrasi pendidikan, termasuk tidak tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kehilangan akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah, hingga menghadapi persoalan saat proses penerbitan dokumen pendidikan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, PWI Pekanbaru menyatakan siap mendampingi kepala sekolah dan satuan pendidikan yang mendapat tekanan selama proses penerimaan murid baru berlangsung.

“Kami mendorong seluruh kepala sekolah untuk tetap teguh menjalankan regulasi. Jangan takut terhadap intimidasi dari pihak mana pun. PWI siap mengawal agar seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengakui bahwa berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya masih ditemukan praktik percaloan dan pungutan uang masuk yang mencederai prinsip keadilan dalam dunia pendidikan.

Karena itu, Pemerintah Kota Pekanbaru menyambut baik keterlibatan dan komitmen PWI Pekanbaru dalam mengawasi pelaksanaan SPMB 2026.

Menurut Markarius, pengawasan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, menjadi langkah penting untuk mewujudkan sistem penerimaan murid baru yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan seluruh anak di Kota Pekanbaru memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa adanya praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” katanya.

Melalui deklarasi dan penandatanganan pakta integritas tersebut, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjadikan SPMB 2026 sebagai proses penerimaan murid baru yang berkeadilan, bebas pungli, bebas percaloan, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam dunia pendidikan. Indra

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Pendidikan



Bagikan

Berita Terbaru