Ribuan Ikan Mati di Sungai Tapung Kanan, DPRD Kampar Desak Pengusutan Dugaan Pencemaran
Tapung – Matinya ribuan ikan di Sungai Tapung Kanan, tepatnya di wilayah Desa Sekijang, Kota Aman, dan Kota Garo, menuai perhatian serius dari DPRD Kabupaten Kampar. Peristiwa ini dinilai bukan kejadian biasa, melainkan indikasi kuat adanya dugaan pencemaran lingkungan.
Wakil Ketua DPRD Kampar, Sunardi DS, menegaskan bahwa kejadian tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidup dari sungai.
“Ini bukan sekadar peristiwa biasa, tetapi indikasi kuat adanya pencemaran yang berdampak langsung terhadap masyarakat,” ujar Sunardi, Jumat (3/4/2026).
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kampar 2 meliputi Tapung, Tapung Hulu, dan Tapung Hilir, ia menegaskan bahwa jika terbukti ada keterlibatan perusahaan, maka hal tersebut merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi.
Ia pun menyampaikan sejumlah tuntutan tegas, di antaranya mendesak pengusutan secara tuntas dan transparan oleh Dinas Lingkungan Hidup bersama aparat penegak hukum, serta meminta penindakan tegas tanpa kompromi jika ditemukan pelanggaran.
Selain itu, DPRD juga menuntut adanya ganti rugi kepada masyarakat terdampak, khususnya para nelayan yang kehilangan mata pencaharian, serta kewajiban pemulihan lingkungan hingga kondisi sungai kembali normal.
“Pemerintah daerah juga harus berani mengevaluasi, bahkan mencabut izin usaha jika ditemukan pelanggaran berat,” tegasnya.
Sementara itu, seorang warga Desa Kota Aman yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kematian ikan diduga berkaitan dengan limbah dari salah satu anak perusahaan Sinar Mas. Limbah tersebut diduga berasal dari aktivitas penumbangan kelapa sawit yang tengah berlangsung.
“Sejak Selasa minggu lalu, kami sudah tidak bisa lagi menangkap ikan karena hampir tidak ada ikan di sungai,” ujarnya.
Ia menambahkan, dampak kejadian ini sangat merugikan masyarakat. Sedikitnya tiga keramba milik warga dilaporkan mengalami kematian ikan secara massal.
“Ikan di keramba kami habis mati semua. Kami minta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan,” tukasnya. RZ
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Polres Kepulauan Meranti Gelar Panen Raya Jagung dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri
- Kepulauan Meranti
- 16 Mei 2026 19:20 WIB
Desa Wisata Rantau Langsat Masuk Nominasi API Award 2026 Kategori Promosi Digital
- Inhu Traveliner
- 16 Mei 2026 13:33 WIB
Disdukcapil Kampar Tetap Buka Pelayanan Saat Libur Nasional dan Cuti Bersama
- Kampar
- 16 Mei 2026 12:17 WIB
Disdik Riau Larang Sekolah Tahan Ijazah, Tunggakan Siswa Akan Dibantu Baznas
- Pendidikan
- 16 Mei 2026 11:05 WIB
Petani Plasma Bentuk Tim Revitalisasi, Desak DPRD Rohil Gelar RDP
- Rohil
- 16 Mei 2026 10:52 WIB
Merasa Dirugikan, PT Sasando Akhirnya Buka Suara soal Central Hill
- Batam
- 16 Mei 2026 06:19 WIB
Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Setelah 30 Jam Pencarian
- Kampar
- 15 Mei 2026 22:30 WIB
Jelang Idul Adha, Sekda Kepri Misni Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center
- Kepri
- 15 Mei 2026 21:07 WIB
Beralasan Ekonomi, Seorang Ibu di Bengkalis Nekat Jajakan Sabu
- Hukrim
- 15 Mei 2026 18:14 WIB
PKS Riau Dorong DPRD Bantu Pemda Genjot PAD di Tengah Pemangkasan Dana Pusat
- Ekonomi
- 15 Mei 2026 17:07 WIB
Bupati Bintan Terbitkan SK Pendataan Ulang Bangunan di Atas Lahan TNI AL
- Bintan
- 15 Mei 2026 16:42 WIB
