UHC di Inhil Terancam, DPRD Inhil Akan Panggil Dinas Terkait
TEMBILAHAN – Nasib rakyat kecil lagi-lagi diujung "Tanduk", Dulu digadang-gadang jadi program sakti mandraguna, kini program Universal Health Coverage (UHC) alias berobat gratis di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dikabarkan lagi "sesak napas".
Siap-siap saja, untuk warga yang biasanya pede berangkat ke RS cuma modal KTP, kedepannya harus memastikan terlebih dahulu apakah benar-benar sudah terdaftar di Program UHC atau belum.
Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Wahyudin, ketika dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya pengurangan Budget sharing anggaran oleh Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) sebanyak 56.000 peserta.
"Ia benar, terjadi pengurang dana sharing oleh provinsi sebanyak 56.000 untuk program UHC ini," ungkap Wahyudin.
Tidak hanya itu, Wahyudin menyebutkan akibat dari pengurangan tersebut timbul persoalan baru yang harus segera dicarikan solusinya.
"Karena ada pengurang Budget sharing ini maka pasien yang baru mendaftarkan bulan ini baru aktip bulan depan, lalu yang menjadi pertanyaannya bagaimana dengan biaya pengobatannya saat statusnya belum aktif? Apakah ditanggung pemerintah atau mandiri," ucapnya
Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Inhil tersebut berencana memanggil Dinas kesehatan dan RSUD serta dinas terkait lainnya.
"Tentu harus ada solusi kongkrit untuk masyarakat, maka dari itu kita secepatnya akan memanggil dinas-dinas terkait untuk membicarakan hal ini," sambungnya kembali.
Sementara itu, PLT Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dr. Udin Syafrudin, M.Kes ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa terjadi pengurangan Budget sharing dari Provinsi sebanyak 56.000.
"Kitakan awalnya 186.000 dan tahun ini ternyata tinggal 130.000 dari Provinsi, kalau untuk Pusat tetap 70.000 dan Kabupaten pun tetap 35.000," ungkapnya
Lebih lanjut dr. Udin Syafrudin, M.Kes menjelaskan, karena terjadinya pengurangan tersebut status keaktifan BPJS tidak lagi menjadi prioritas dikarenakan hanya 72% tidak sampai 80%.
"Karena status kita tidak lagi menjadi prioritas maka tidak bisa lagi mendaftar hari ini aktifnya hari ini juga, tapi aktifnya bulan depan, dan ini terhitung bulan Februari mulai berlakunya, Kita juga masih mengusahakan ke pihak BPJS agar bulan Maret. Jadi yang kita kurangi itu peserta yang tidak aktif bukan yang aktif," Jelasnya (*)
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Nasional
- 01 April 2026 05:41 WIB
Kejari Rohil Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers, Firdaus Tekankan Sinergi dan Keterbukaan Informasi
- Rohil
- 01 April 2026 05:35 WIB
IBOS Expo 2026 Kembali Digelar Agustus, Targetkan 7.500 Pengunjung dan 120 Brand Peluang Bisnis
- Nasional
- 31 Maret 2026 19:24 WIB
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:53 WIB
PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:48 WIB
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
- Nasional
- 31 Maret 2026 16:20 WIB
Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal
- Siak
- 31 Maret 2026 12:26 WIB
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Kritik Keras Rencana PSN Pulau Poto
- Kepri
- 31 Maret 2026 05:37 WIB
Bupati Afni Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis
- Siak
- 30 Maret 2026 21:44 WIB
Tebar Manfaat Seraya Penuhi Hak WBP, Lapas Tembilahan gandeng BAZNAS Hadirkan Dampak nyata
- Inhil
- 30 Maret 2026 13:53 WIB
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Minta ASN Kepri Tingkatkan Kinerja
- Kepri
- 30 Maret 2026 13:39 WIB
