Anggota DPRD Kampar Rizki Ananda: Driver Ambulans Perlu Insentif Layak dan Perlindungan Hukum
BANGKINANG KOTA - Pemerintah Kabupaten Kampar menerima audiensi Pengurus Ikatan Persaudaraan Driver Ambulance Kabupaten Kampar (IPDAKK) di Ruang Rapat Asisten III Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota, Senin (5/01/2026).
Dalam pertemuan itu, Penasihat IPDAKK Rizki Ananda, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Fraksi Demokrat, menyoroti pentingnya dukungan terstruktur bagi para pengemudi ambulans, terutama dalam aspek peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kepastian insentif.
Rizki menilai, keberadaan driver ambulans merupakan bagian vital dalam rantai pelayanan kesehatan, khususnya saat menangani pasien gawat darurat dari desa ke fasilitas medis lanjutan.
"Driver ambulans bukan hanya bertugas mengemudi, tetapi juga menjadi garda pertama saat pasien dalam kondisi krisis. Mereka harus dibekali kompetensi pertolongan pertama, manajemen gawat darurat, dan jaminan perlindungan hukum. Pemerintah daerah perlu memberi perhatian serius, termasuk memastikan insentif yang layak serta dukungan operasional," ujar Rizki dalam forum tersebut.
Ia juga mendorong agar IPDAKK mendapat fasilitasi pelatihan rutin berbasis standar nasional, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan OPD terkait lainnya.
"Pelatihan harus menjadi agenda berkelanjutan. Kami di DPRD, siap mengawal aspirasi ini agar masuk dalam skema kebijakan daerah," tambahnya.
Audiensi itu dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Syahrizal yang mewakili Bupati Kampar, Kepala Dinas Perhubungan Aidil, Kepala Dinas Kesehatan Asmara Fitra Abadi, Ketua IPDAKK Munasri, serta puluhan anggota organisasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Syahrizal menyampaikan apresiasi atas dedikasi para driver ambulans yang bekerja tanpa mengenal waktu demi pelayanan kemanusiaan. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan mengkaji aspirasi terkait kepastian insentif, pelatihan, dan bantuan operasional.
Syahrizal juga menyarankan IPDAKK menyusun draf usulan kebijakan untuk menjadi dasar pembahasan lanjutan bersama instansi terkait dan desa.
Sementara itu, Ketua IPDAKK Munasri menyebut, saat ini organisasi tersebut memiliki 40 anggota yang berasal dari desa, rumah sakit, serta relawan independen. Ia mengakui, meski bekerja dengan semangat kemanusiaan, para driver masih menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan.
"Pengakuan formal, pelatihan rutin, dan dukungan operasional sangat kami butuhkan. Ini akan memperkuat layanan darurat di tingkat desa," kata Munasri.
Pertemuan itu ditutup dengan komitmen untuk menjadwalkan rapat lanjutan bersama OPD, desa, dan pemangku kepentingan lainnya guna membahas mekanisme dukungan yang lebih terstruktur bagi IPDAKK. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Cen Sui Lan dan Pangkoarmada I Duduk Bersama, Bahas Masa Depan Natuna
- Natuna
- 16 Mei 2026 21:09 WIB
Di Tembilahan dan Batang Tuaka, Polres Inhil Dan Warga Bangun Jembatan Untuk Masa Depan Anak Desa
- Inhil
- 16 Mei 2026 21:06 WIB
Tiga Pria Diciduk Saat Pesta Sabu di Kafe Remang-remang Kecamatan Pinggir
- Hukrim Bengkalis
- 16 Mei 2026 21:05 WIB
Veda Ega Pratama Start dari Posisi ke-21 pada Moto3 Catalunya 2026
- Olahraga
- 16 Mei 2026 20:43 WIB
Kapolres Inhil: Ketahanan Pangan Nasional Dimulai Dari Penguatan Pertanian Desa
- Inhil
- 16 Mei 2026 20:42 WIB
Riau Butuh Sinkronisasi Pusat dan Daerah untuk Kejar Target Investasi Rp72,5 Triliun
- Ekonomi
- 16 Mei 2026 20:27 WIB
Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi Ribuan Pemuda di Padang
- Nasional
- 16 Mei 2026 20:21 WIB
Polres Kepulauan Meranti Gelar Panen Raya Jagung dan Launching Program Ketahanan Pangan Polri
- Kepulauan Meranti
- 16 Mei 2026 19:20 WIB
Desa Wisata Rantau Langsat Masuk Nominasi API Award 2026 Kategori Promosi Digital
- Inhu Traveliner
- 16 Mei 2026 13:33 WIB
Disdukcapil Kampar Tetap Buka Pelayanan Saat Libur Nasional dan Cuti Bersama
- Kampar
- 16 Mei 2026 12:17 WIB
Disdik Riau Larang Sekolah Tahan Ijazah, Tunggakan Siswa Akan Dibantu Baznas
- Pendidikan
- 16 Mei 2026 11:05 WIB
