Bromo, Perjalanan Menakjubkan dan Penuh Rintangan
Sukabumi- Anger Rahmat Adinegoro Berangkat dari Bekasi pada 2 Juli 2024, perjalanan menuju Taman Wisata Bromo menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Saya dan rombongan mempersiapkan diri untuk menjelajahi keindahan alam yang telah lama menjadi impian. Perjalanan panjang yang kami tempuh terasa begitu berharga, mengingat Bromo adalah salah satu destinasi wisata paling terkenal di Indonesia yang menawarkan pemandangan yang menakjubkan, terutama saat matahari terbit.
Kami memulai perjalanan dengan menggunakan kendaraan bus dari Bekasi sekitar jam 8 pagi. Perjalanan menuju wisata gunung Bromo ini memakan waktu sekitar 18 jam dari Bekasi, hingga tiba di Kabupaten Probolinggo, salah satu akses utama menuju kawasan Bromo. Sesampainya di sana, kami menyewa jeep seharga Rp.1.100.000 rupiah untuk melanjutkan. perjalanan ke kawasan wisata gunung Bromo. Jeep menjadi satu-satunya kendaraan yang mampu menembus jalur berpasir dan berbatu menuju area wisata. Perjalanan ini menjadi semakin menarik dengan jalanan yang penuh tantangan karena kami melakukan perjalanan yang sangat gelap yaitu pada waktu sekitar jam setegah tiga pagi agar kami bisa melihat sunrise di gunung Bromo. Meski perjalanan cukup menantang, semangat untuk melihat sunrise di Bromo tetap membara. Kami semakin bersemangat karena ini adalah salah satu pengalaman yang sudah lama dinantikan.
Perjalanan dengan jeep dimulai dari basecamp sekitar pukul 03.30 dini hari. Udara dingin mulai menusuk, memaksa kami mengenakan jaket tebal dan sarung tangan untuk menahan hawa dingin. Di sepanjang perjalanan, kami disuguhkan pemandangan langit yang dipenuhi bintang, menciptakan suasana yang begitu magis dan hawa yang cukup seram
dikarenakan suasana langit dan daerah sekitar masih cukup gelap. Jeep melaju perlahan melewati jalur yang berkelok dan berbatu, memberikan sensasi tersendiri dalam perjalanan ini.
Saat mendekati area sunrise point di Penanjakan, suasana semakin ramai dengan kedatangan wisatawan lain yang juga ingin menyaksikan matahari terbit. Kami harus bersabar menunggu giliran parkir dan berjalan kaki menuju titik pandang terbaik. Di kejauhan, samar-samar terlihat Gunung Semeru menjulang tinggi, menambah keindahan pemandangan malam itu. Kami pun berusaha mencari posisi terbaik agar dapat menikmati momen yang tak terlupakan ini.
Saat Menyaksikan Matahari Terbit
Saat pagi mulai tiba, langit secara perlahan berubah dari gelap menjadi perpaduan warna oranye dan merah muda. Saat ini sungguh mempesona. Matahari mulai terbit dari belakang cakrawala, menerangi Kawasan pasir dan gunung-gunung di sekelilingnya. Udara masih sejuk. tetapi kehangatan sinar matahari mulai muncul dan memberikan kesan kehangatan untuk kulit. Sejumlah pengunjung aktif merekam momen ini dengan kamera, sementara yang lain lebih memilih untuk menikmati keindahan alam secara langsung.
Pemandangan Gunung Semeru yang tinggi di kejauhan semakin memperindah pagi tersebut. Dari jauh, tampak juga Gunung Batok yang tegak berdiri dengan warna hijau kecoklatan. Sementara itu, kawah Bromo yang memancarkan asap putih tampak sangat menarik dari jauh. Seluruh kelelahan selama perjalanan seketika terobati oleh pemandangan yang sangat menakjubkan..
Kawasan gunung Bromo di pagi hari memiliki kabut yang cukup tebal sehingga kami harus mencari posisi yang tepat untuk melihat sunrise agar bisa mengabadikan momen yang sangat indah ini. Sambil menatap indahnya pemandangan gunung Bromo, Kami juga menikmati semangkuk bakso Malang agar suasana hangat menyelimut tubuh yang terasa dingin ini.
Penjelajahan Pasir Berbisik dan Kawah Bromo
Setelah menikmati matahari terbit, kami meneruskan perjalanan menuju kawasan pasir yang dikenal dengan nama Pasir Berbisik. Luasnya hamparan pasir yang tenang menghadirkan pengalaman seolah-olah berada di padang pasir. Suasana pasir yang ditiup angin menambah keunikan tempat ini. Kami meluangkan waktu untuk berjalan-jalan di kawasan ini, merasakan ketenangan sebelum ke perjalanan selanjutnya.
Perjalanan diteruskan menuju Kawah Bromo. Untuk sampai ke puncaknya, kami perlu menaiki banyaknya anak tangga yang lumayan menantang. Walaupun lumayan menguras tenaga, kami memiliki rasa ingin tahu untuk terus berjalan. Setibanya di puncak, kawah aktif Bromo tampak jelas, mengeluarkan asap putih yang menunjukkan adanya aktivitas vulkanik. Pemandangan dari ketinggian sangat mempesona, menampilkan panorama yang berbeda dari
tempat menarik lainnya. Dari tempat ini, kita bisa melihat lebih jelas perbukitan yang mengelilingi Bromo, yang menambah nuansa keindahan alam ini.
Menikmati Hidangan Sekaligus Akhir Dari Bertemu Dengan Bromo
Setelah kami melihat sunrise dan puncak dari gunung Bromo, kami turun untuk mencari hidangan yang bisa mengisi perut kami yang kosong agar kami bisa melakukan aktivitas selanjutnya. Kami memutuskan untuk membeli bakso Malang lagi karena ciri khas dari daerah ini yaitu bakso Malangnya.
Sambil ditemani teh hangat memberikan nuansa yang sangat nikmat saat kami menyantap makanan yang sangat amat enak dan lezat. Bakso Malang ini memiliki ciri khas rasa yang sangat melekat di lidah kami, dengan bumbunnya yang memiliki rasa yang kaya akan kaldu sehingga makanan ini menjadi ciri khas dari daerah ini.
Setelah kami menyantap bakso Malang ini, kami harus turun untuk menuju ke hotel yang sudah kami booking untuk tempat tinggal kami selama 3 hari kedepan. Perjalanan menuju hotel ini memiliki kesan yang menarik karena kami tidak langsung ke hotel melainkan kami mampir ke beberepa tempat jajanan yang ada di kota Malang.
Perjalanan menuju Bromo memberikan pengalaman yang tidak hanya menakjubkan tetapi juga penuh rintangan. Keindahan alam yang menakjubkan, dari matahari terbit di Penanjakan sampai penjelajahan kawah, menjadikan perjalanan ini sangat berkesan. Setiap detik dalam perjalanan ini sangat berarti dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi kami yang baru kali ini mengunjungi lokasi ini.***
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Sapi Kurban Presiden Tiba di Pulau Terluar Natuna, Cen Sui Lan : Warga Perbatasan Harus Ikut Merasakan Kebahagiaan!
- Natuna
- 21 Mei 2026 11:23 WIB
Polsek Tempuling Aktif Dukung Program Swasembada Ketahanan Pangan Polda Riau
- Inhil
- 21 Mei 2026 10:34 WIB
Bantuan Pangan di Siak Naik Dua Kali Lipat, 30.786 Keluarga Terima Beras dan Minyak
- Ekonomi
- 21 Mei 2026 10:19 WIB
Liberika Meranti, Aroma Gambut dari Pesisir yang Menantang Krisis Iklim
- Traveliner
- 21 Mei 2026 10:12 WIB
Hendri Domo Hadiri Pelantikan Pengurus IKBR Kampar, Tekankan Persaudaraan dalam Bingkai NKRI
- Kampar
- 21 Mei 2026 08:40 WIB
Eks Kabid PPA yang Pernah Bertugas di Kampar Resmi Ditahan Kejari
- Hukrim
- 21 Mei 2026 08:18 WIB
Polsek Keritang Kawal Ketat Lahan Jagung Demi Swasembada Pangan Nasional
- Inhil
- 21 Mei 2026 07:49 WIB
AKP Yosi Marlius: Di Sela Kacang Panjang, Tumbuh Harapan Dan Kemandirian Bangsa
- Inhil
- 20 Mei 2026 22:52 WIB
Imigrasi Karimun Jemput Bola Layani Pembuatan Paspor Remaja Sakit
- Karimun
- 20 Mei 2026 22:41 WIB
DPRD Kampar Dorong Pengembangan Riset Biodiesel Siswa MAN 5 Kuntu
- Kampar
- 20 Mei 2026 19:44 WIB
Pembalakan Liar di Habitat Harimau Sumatera, Pria di Inhil Ditangkap Gakkum Kehutanan
- Hukrim
- 20 Mei 2026 18:40 WIB
Resmi Diserahkan Presiden Prabowo, Enam Jet Rafale Perkuat Pertahanan Udara
- Nasional
- 20 Mei 2026 18:21 WIB
Tahun Ketiga Digelar, Anugerah Pendidikan Riau 2026 Beri Apresiasi Guru dan Siswa Berprestasi
- Pendidikan
- 20 Mei 2026 18:18 WIB
Bupati Roby Sidak Puskesmas Teluk Bintan, Pastikan Pelayanan Kesehatan Maksimal
- Bintan
- 20 Mei 2026 16:45 WIB
Polsek Keritang Dampingi Warga Tanam Jagung 1 Hektar Dukung Swasembada Pangan Nasional
- Inhil
- 20 Mei 2026 16:43 WIB
Jembatan Durian Tandang Miring Diduga Akibat Tambang Ilegal, Aparat dan Warga Turun ke Lokasi
- Kampar
- 20 Mei 2026 12:42 WIB
