Disperindag Pekanbaru Turun Tangan, Harga Minyakita Tembus Rp20 Ribu per Liter

PEKANBARU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru memastikan akan memperketat pengawasan distribusi minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita, menyusul lonjakan harga yang terjadi dalam sepekan terakhir di sejumlah pasar tradisional.

Kenaikan harga Minyakita kini menjadi sorotan setelah komoditas tersebut dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Di lapangan, harga Minyakita bahkan mencapai Rp17.000 hingga Rp20.000 per liter.

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru melalui Kabid Tertib Perdagangan dan Perindustrian, Khairunnas, menegaskan pihaknya segera melakukan penelusuran hingga ke tingkat distributor guna mengetahui penyebab utama lonjakan harga tersebut.

“Dalam waktu dekat, kami akan kembali menelusuri persoalan yang membuat harga Minyakita mengalami lonjakan. Kami meminta distributor jangan menaikkan harga di luar regulasi, karena HET sudah jelas ditetapkan,” ujar Khairunnas, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, Disperindag tidak ingin masyarakat terus terbebani akibat permainan harga di rantai distribusi. Pihaknya menduga kenaikan terjadi akibat ulah oknum distributor swasta di luar jalur Bulog yang menjual stok dengan harga tinggi serta membebankan ongkos distribusi tambahan kepada pedagang.

Akibat kondisi tersebut, pedagang pasar terpaksa menaikkan harga jual agar tetap bisa menutupi biaya operasional.

Disperindag Pekanbaru juga mengaku telah lebih dulu memanggil sejumlah distributor untuk dimintai keterangan terkait alur distribusi Minyakita. Langkah itu dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan memastikan minyak goreng subsidi tetap dijual sesuai ketentuan pemerintah.

Sementara itu, dampak kelangkaan mulai dirasakan para pedagang di pasar tradisional. Romi, pemilik toko grosir di Pasar Panam, Jalan HR Soebrantas, mengaku sudah empat hari terakhir tidak mendapatkan pasokan Minyakita dari distributor.

“Sudah empat hari kosong. Susah sekali mendapatkannya. Kalaupun ada dari tempat lain, harganya sudah sangat tinggi sehingga kami kesulitan menjualnya kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Romi, kondisi tersebut membuat harga Minyakita hampir setara dengan minyak goreng premium bermerek lain, sehingga minat masyarakat mulai menurun.

Kenaikan harga juga dikeluhkan masyarakat menengah ke bawah dan mahasiswa. Azhika Nurul, warga yang tinggal di kos-kosan di Pekanbaru, mengaku sangat terbebani karena harga Minyakita di beberapa lokasi bahkan sempat menyentuh Rp23.000 per liter.

“Biasanya saya beli Minyakita karena lebih murah. Tapi sekarang malah lebih mahal dari minyak merek lain. Kami berharap pemerintah turun langsung ke pasar dan tindak distributor atau pedagang nakal,” pungkasnya. Milla

Editor : Nurdin Tambunan



Bagikan