Investasi Riau Triwulan III 2025 Tembus Rp 21,9 Triliun, Naik 26 Persen

PEKANBARU – Provinsi Riau mencatat kinerja investasi yang impresif pada triwulan III tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau, realisasi investasi periode Juli–September 2025 mencapai Rp 21,59 triliun, meningkat 26,03 persen secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Riau berkat iklim investasi yang semakin kondusif.

“Pertumbuhan investasi ini menjadi bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Riau terus meningkat. Pemerintah Provinsi berkomitmen menjaga momentum ini melalui kemudahan perizinan, percepatan layanan, serta mendorong hilirisasi industri dan ekonomi hijau,” ujar Gubri di Pekanbaru, Selasa (21/10/2025).

Secara nasional, realisasi investasi Riau sebesar Rp 21,59 triliun menempatkan provinsi ini di peringkat ke-8 nasional. Dari jumlah tersebut, PMDN mencapai Rp 16,34 triliun dan PMA sebesar US$ 326,6 juta atau sekitar Rp 5,23 triliun.

Lima daerah dengan kontribusi investasi terbesar adalah Kota Dumai (Rp 3,9 triliun), Kabupaten Siak (Rp 3,3 triliun), Pelalawan (Rp 2,9 triliun), Indragiri Hilir (Rp 2,9 triliun), dan Rokan Hilir (Rp 2,5 triliun).

Sementara itu, Malaysia, Singapura, Hongkong, Seychelles, dan Bermuda menjadi lima besar negara asal investor asing di Riau pada triwulan ini.

Adapun sektor yang paling banyak menyerap investasi meliputi kehutanan (Rp 6,01 triliun), transportasi dan telekomunikasi (Rp 4,6 triliun), industri makanan (Rp 3,86 triliun), perkebunan dan peternakan (Rp 2,39 triliun), serta industri kimia dan farmasi (Rp 1,45 triliun).

Gubernur Wahid menambahkan, pemerintah terus mendorong pengembangan industri hilirisasi agar Riau tidak hanya menjadi produsen bahan mentah.

“Langkah ini penting agar Riau menjadi pusat pengolahan dan peningkatan nilai tambah, sehingga ekonomi daerah tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

Secara kumulatif, realisasi investasi Riau sepanjang Januari–September 2025 telah mencapai Rp 55,89 triliun, menempatkan provinsi ini peringkat ke-9 nasional dan peringkat pertama di Sumatera.

Pemerintah juga menargetkan percepatan sejumlah proyek strategis, seperti Tol Rengat–Pekanbaru, Kawasan Industri Buruk Bakul, dan PLTS 2 gigawatt di Pulau Rangsang untuk memperkuat daya tarik investasi ke depan.

“Dengan pelayanan yang cepat dan transparan, kami yakin investasi di Riau akan terus tumbuh, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Gubri. **

Editor : Herdi Pasai



Bagikan