Ketahuan Garap Kawasan Hutan, Operator Alat Berat dan Helper Ditangkap
Pekanbaru - Kepolisian Resor Indragiri Hulu (Polres Inhu) berhasil mengungkap kasus penggarapan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) di Desa Pejangki, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Dua orang yang mengoperasikan alat berat ditangkap polisi.
Pengungkapan ini dilakukan melalui patroli gabungan yang melibatkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Inhu dan Polisi Kehutanan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.
Pada Kamis, 30 Januari 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, tim patroli gabungan menemukan aktivitas mencurigakan di kawasan hutan Desa Pejangki.
"Saat itu, tim menemukan alat berat jenis excavator sedang beroperasi membuka lahan. Di lokasi tersebut, tim berhasil mengamankan operator alat berat berinisial RY dan helper alat berat berinisial AT," ujar Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar kepada Media Center Riau, Jumat (7/2).
Berdasarkan keterangan RY dan AT, mereka telah bekerja selama tiga hari di lahan tersebut. Keduanya mengaku bahwa lahan yang mereka garap adalah milik seorang pria berinisial MT.
"Tim kemudian bergerak menuju lahan yang dikelola oleh MT dan berhasil mengamankannya. MT mengakui bahwa ia menyuruh RY dan AT untuk menggarap lahannya, bahkan dia juga mengakui bahwa lahan tersebut berada di kawasan HPT," jelasnya.
Tim kemudian mengambil titik koordinat di tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa para pelaku beserta barang bukti ke Mapolres Inhu untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Setelah melalui serangkaian penyelidikan, polisi menetapkan MT sebagai tersangka dalam kasus ini. MT diduga melanggar Pasal 36 Angka 19 point ke-3 dan/atau Pasal 37 Angka 16 poin ke-1 huruf a & b UU Nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan Perppu Nomor 2 tahun 2022 menjadi Undang-Undang Jo Pasal 55 KUHP.
MT merupakan warga asal Gresik, Jawa Timur, yang menjadi pekerja alat berat di Desa Bukit Lipai, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inhu. Dalam kasus ini, MT berperan sebagai orang yang mengerjakan, menggunakan, dan/atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah.
"Dia juga diduga membawa alat berat ke dalam kawasan hutan dan/atau berkebun di dalam kawasan hutan tanpa izin berusaha. Barang bukti yang berhasil diamankan oleh tim patroli gabungan adalah satu unit excavator warna orange yang digunakan oleh para pelaku untuk membuka lahan di kawasan hutan," jelasnya.
Saat ini, perkara atas nama tersangka MT masih dalam tahap penyidikan. Tersangka telah ditahan sejak tanggal 4 Februari 2025 untuk memudahkan proses penyidikan lebih lanjut.
Fahrian menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam menangani kasus-kasus ilegal logging dan penggarapan hutan secara ilegal. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan dan melanggar hukum.
"Penggarapan hutan ilegal dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat besar. Hutan merupakan paru-paru dunia yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kerusakan hutan dapat menyebabkan banjir, longsor, dan hilangnya keanekaragaman hayati," terang Fahrian.
Fahrian mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. "Jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan ilegal logging atau penggarapan hutan, masyarakat dapat melaporkannya kepada pihak kepolisian atau instansi terkait," tegasnya. Mcr
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Ketika Industri Energi Tidak Lagi Cukup Bicara Produksi
- Pekanbaru
- 21 Mei 2026 22:23 WIB
DPRD Kampar Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Kenegerian Rumbio
- Kampar
- 21 Mei 2026 21:29 WIB
Wako Pekanbaru Tegaskan Camat Bertanggung Jawab Penuh Soal Sampah
- Pekanbaru
- 21 Mei 2026 20:17 WIB
Ginting Akui Perlu Benahi Pola Permainan Usai Tersingkir di Malaysia Masters 2026
- Olahraga
- 21 Mei 2026 20:09 WIB
Menaker: BPJS Ketenagakerjaan Harus Jadi Motor Penggerak K3
- Nasional
- 21 Mei 2026 20:03 WIB
Peringati HUT ke-76 IGTKI-PGRI dan Hardiknas 2026, Sekda Rohul Tekankan Peran Guru TK sebagai Pondasi Pendidikan
- Rohul
- 21 Mei 2026 20:00 WIB
Disdik Riau dan Disnakertrans Gelar Job Fair 2026, Dorong Lulusan SMK Siap Kerja
- Pendidikan
- 21 Mei 2026 19:55 WIB
Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan Beri Pakan Kambing
- Kepulauan Meranti
- 21 Mei 2026 19:46 WIB
Sapi Kurban Presiden Tiba di Pulau Terluar Natuna, Cen Sui Lan : Warga Perbatasan Harus Ikut Merasakan Kebahagiaan!
- Natuna
- 21 Mei 2026 11:23 WIB
Polsek Tempuling Aktif Dukung Program Swasembada Ketahanan Pangan Polda Riau
- Inhil
- 21 Mei 2026 10:34 WIB
Bantuan Pangan di Siak Naik Dua Kali Lipat, 30.786 Keluarga Terima Beras dan Minyak
- Ekonomi
- 21 Mei 2026 10:19 WIB
Liberika Meranti, Aroma Gambut dari Pesisir yang Menantang Krisis Iklim
- Traveliner
- 21 Mei 2026 10:12 WIB
Hendri Domo Hadiri Pelantikan Pengurus IKBR Kampar, Tekankan Persaudaraan dalam Bingkai NKRI
- Kampar
- 21 Mei 2026 08:40 WIB
Eks Kabid PPA yang Pernah Bertugas di Kampar Resmi Ditahan Kejari
- Hukrim
- 21 Mei 2026 08:18 WIB
Polsek Keritang Kawal Ketat Lahan Jagung Demi Swasembada Pangan Nasional
- Inhil
- 21 Mei 2026 07:49 WIB
AKP Yosi Marlius: Di Sela Kacang Panjang, Tumbuh Harapan Dan Kemandirian Bangsa
- Inhil
- 20 Mei 2026 22:52 WIB
