Harga TBS Sawit Plasma di Riau Naik, Swadaya Turun pada Periode 13-19 Mei 2026

KAMPAR – Pemerintah Provinsi Riau kembali menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk pola kemitraan plasma dan swadaya periode Rabu-Selasa, 13-19 Mei 2026.

Untuk pola kemitraan plasma, harga TBS kelapa sawit umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau mengalami kenaikan Rp25,52 per kilogram dibanding periode sebelumnya.

Sementara itu, harga TBS kemitraan swadaya umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.832,65 per kilogram atau turun Rp47,73 per kilogram.

Kabid Usaha Perkebunan Disbunnak Keswan Kampar, Helvizar, mengatakan perubahan harga TBS dipengaruhi fluktuasi harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel di pasar.

“Untuk periode minggu ini, harga TBS pola plasma mengalami kenaikan, sedangkan pola swadaya justru mengalami penurunan. Perubahan ini dipengaruhi oleh pergerakan harga CPO dan kernel yang menjadi komponen penetapan harga,” ujar Helvizar, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, pada pola plasma harga CPO tercatat sebesar Rp15.454,71 per kilogram dengan harga kernel Rp15.096,01 per kilogram dan indeks K sebesar 92,08 persen.

Sedangkan pada pola swadaya, harga CPO berada di angka Rp15.343,63 per kilogram, harga kernel Rp15.359 per kilogram, dengan indeks K sebesar 92,22 persen.

Helvizar berharap harga TBS yang ditetapkan pemerintah dapat menjadi acuan bagi perusahaan dan petani sehingga transaksi pembelian sawit berjalan sesuai ketentuan.

“Kami mengimbau perusahaan kelapa sawit dan para pengepul agar mengikuti harga yang telah ditetapkan pemerintah demi menjaga stabilitas dan melindungi pendapatan petani,” katanya.

Sementara harga TBS kemitraan swadaya umur 9 tahun sebesar Rp3.832,65 per kilogram. REZA

Berikut harga TBS kelapa sawit kemitraan plasma Provinsi Riau periode 13-19 Mei 2026:

Umur 3 tahun Rp3.014,39

Umur 4 tahun Rp3.409,75

Umur 5 tahun Rp3.611,47

Umur 6 tahun Rp3.767,61

Umur 7 tahun Rp3.849,62

Umur 8 tahun Rp3.895,00

Umur 9 tahun Rp3.900,46

Umur 10-20 tahun Rp3.880,44

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Ekonomi



Bagikan