Masuk Pak Eko, Ini yang Disampaikan Fraksi NasDem Kampar Kepada Pemkab: Soroti Nasib Media

BANGKINANG- Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kampar menyampaikan sejumlah catatan dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026, Selasa (25/11/2025).

Eko Sutrisno sebagai juru bicara fraksi dengan lantang berbicara tanpa naskah. Ia begitu fasih menyampaikan catatan stategis kepada Pemkab Kampar agar menjadi atensi pada tahun 2026 mendatang.

Pertama, Eko berharap pemerintah serius dalam merealisasikan janji pembangunan. Salah satunya terkait Jembatan Sungai Sarik yang saat ini sudah digunakan masyarakat.

Aspirasi masyarakat seharusnya tidak harus disampaikan dengan cara demokrasi terburuk seperti demonstrasi. Diplomasi adalah cara terbaik. Kalau masyarakat sampai turun ke jalan, itu menunjukkan ada yang tidak berjalan. 

Sebelumnya Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Desa Sungai Sarik dan IV Koto Setingkai (AMM-SSKS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kampar pada Kamis (13/11/2025) lalu. 

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan protes terhadap kondisi infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antar desa yang rusak parah dan tak kunjung diselesaikan pembangunannya.

"Karena itu saya minta pemerintah bersungguh-sungguh menjalankan janji pembangunan tersebut pada tahun 2026," ujarnya.

Kedua, mengenai Box Culvert di perbatasan Desa Kuntu dan Sungai Liti dua desa berlokasi di Kecamatan Kampar Kiri, yang sudah roboh pada tahun 2024. Jika ini tidak segera diperbaiki, akses menuju 20 desa akan terputus.

Di sana masyarakat sudah melakukan swadaya, mulai dari gotong royong, memotong kayu hingga delapan batang, kiri dan kanan, hanya untuk memastikan akses tidak lumpuh total. 

"Karena itu saya meminta pemkab segera memberi perhatian segera sebelum kerusakan semakin parah," ucapnya.

Ketiga, terkait penghargaan Subayang Rafting meraih Juara II Anugerah Pesona Indonesia (API Award) 2025 kategori wisata air, penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Misharti yang dilaksanakan di Ruang pertemuan Kantor Bupati Bengkayang, Selasa (18/11) lalu.

"Silakan terima penghargaan itu, tetapi tolong juga sentuh dan perhatikan mereka. Mereka tidak menuntut uang, tetapi membutuhkan pembangunan fasilitas jalan agar PAD dapat meningkat dan aktivitas mereka bisa terus beroperasi," tegasnya.

Terakhir yang paling menarik adalah bagaimana ketua fraksi partai Nasdem Kampar tersebut menyoroti isu penghapusan anggaran media.

Eko dengan tegas mengatakan jika benar anggaran untuk media dihilangkan, meminta agar itu dikembalikan.

"Media adalah mitra strategis pemerintah dan bukan sekadar pelengkap. Hubungan pemerintah dan media harus saling mendukung, bukan saling melemahkan," tukasnya. REZA

Editor : Herdi Pasai



Bagikan