Orang Tua Murid SMA Negeri 24 Tanjung Riau Geram, Dugaan Pungutan dan Panitia Tertutup Mencuat
Batam, – Menjelang kelulusan siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 24 Tanjung Riau, muncul polemik di kalangan orang tua murid terkait pembentukan panitia serta rencana kegiatan perpisahan sekolah.
Sejumlah orang tua mengaku terkejut dengan munculnya grup WhatsApp baru khusus orang tua murid kelas XII bernama “Pelepasan atau Perpisahan Kelas SMA Negeri 24” yang dibentuk oleh panitia dan komite sekolah. Grup tersebut disebut dibuat untuk membahas rencana acara perpisahan yang akan digelar di kawasan Nongsa.
Wilda, salah satu orang tua murid kelas IX, mengungkapkan kekecewaannya karena pembentukan panitia dan grup tersebut dinilai tidak melibatkan orang tua secara terbuka. Ia mengaku telah menghubungi salah seorang komite sekolah bernama Lisa untuk meminta penjelasan.
“Panitia disebut sudah dibentuk sejak beberapa bulan lalu. Namun kami sebagai orang tua tidak pernah diundang atau diberi informasi. Alasannya, ini keinginan anak-anak. Padahal, perpisahan seharusnya dibahas bersama orang tua, bukan hanya berdasarkan kemauan siswa,” ujar Wilda.
Keluhan serupa disampaikan melalui WhatsApp dari Pak Walid orang tua murid kelas XI, Ia mengaku heran karena sebelumnya komite sekolah telah dibentuk melalui pemilihan, Di sisi lain, justru muncul komite baru dan panitia perpisahan sekolah siswa kelas XII tanpa adanya sosialisasi kepada orang tua murid.
“Saya menilai pembentukan komite dan panitia perpisahan sekolah ini terkesan tertutup dan hanya melibatkan internal sekolah serta segelintir orang tua,” ungkapnya.
Selain persoalan perpisahan, Beliau juga menyoroti rencana pembebanan biaya Gaji Guru Baru dan Keamanan Sekolah yang akan dibebankan kepada orang tua murid mulai dari kelas X hingga XII yang akan ditentukan nominalnya melalui rapat bersama orang tua murid, ungkapnya.
Orang tua murid SMA Negeri 24 Tanjung Riau berharap Kepala Dinas Pendidikan, Andi Agung, dapat meninjau rencana kegiatan perpisahan kelas XII, khususnya terkait pungutan sebesar Rp300 ribu per siswa.
“Kenapa perpisahan harus dilaksanakan di luar sekolah dan membebani orang tua? Begitu juga dengan gaji guru baru dan keamanan sekolah, seharusnya dibahas bersama Dinas Pendidikan untuk mencari solusi, bukan dibebankan kepada orang tua murid,” tegas pak Walid
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMA Negeri 24 Tanjung Riau belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut.
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Nasional
- 01 April 2026 05:41 WIB
Kejari Rohil Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers, Firdaus Tekankan Sinergi dan Keterbukaan Informasi
- Rohil
- 01 April 2026 05:35 WIB
IBOS Expo 2026 Kembali Digelar Agustus, Targetkan 7.500 Pengunjung dan 120 Brand Peluang Bisnis
- Nasional
- 31 Maret 2026 19:24 WIB
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:53 WIB
PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:48 WIB
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
- Nasional
- 31 Maret 2026 16:20 WIB
Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal
- Siak
- 31 Maret 2026 12:26 WIB
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Kritik Keras Rencana PSN Pulau Poto
- Kepri
- 31 Maret 2026 05:37 WIB
Bupati Afni Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis
- Siak
- 30 Maret 2026 21:44 WIB
Tebar Manfaat Seraya Penuhi Hak WBP, Lapas Tembilahan gandeng BAZNAS Hadirkan Dampak nyata
- Inhil
- 30 Maret 2026 13:53 WIB
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Minta ASN Kepri Tingkatkan Kinerja
- Kepri
- 30 Maret 2026 13:39 WIB
