Pemprov Riau Tekankan Pentingnya Data Statistik untuk Kebijakan Pengentasan Kemiskinan
PEKANBARU - Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfotik Provinsi Riau, Tengku Indryani Novitalia, menegaskan pentingnya peran data statistik yang akurat dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat dan efektif. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri agenda rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Jumat (25/7/2025).
Menurutnya, sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki potensi ekonomi besar, Riau juga dihadapkan pada tantangan yang kompleks, terutama dalam upaya pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
“Rilis statistik yang disampaikan BPS setiap bulan bukan sekadar seremonial. Data tersebut harus sampai kepada pembuat kebijakan agar dapat segera ditindaklanjuti. Karena itu, kehadiran para pejabat dan stakeholder terkait sangat penting dalam setiap rilis data,” ujar Indryani.
Pada kesempatan tersebut, BPS Riau merilis dua indikator strategis, yakni Profil Kemiskinan dan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Provinsi Riau Keadaan Maret 2025.
Kedua indikator ini dinilai sangat relevan dalam mengukur sejauh mana kebijakan Pemerintah Provinsi Riau berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dan mendorong pemerataan kesejahteraan.
Indryani menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau telah menjalankan sejumlah program dan kebijakan konkret untuk menekan angka kemiskinan. Di antaranya melalui alokasi anggaran khusus untuk bantuan sosial, program pemberdayaan masyarakat, serta bantuan keuangan khusus rumah layak huni.
“Bantuan sosial juga langsung disalurkan kepada masyarakat miskin ekstrem, termasuk dalam bentuk bantuan tunai dan non-tunai. Ini bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Riau juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi desa melalui kelompok usaha bersama (KUBE) dan kemitraan dengan sektor swasta serta pemerintah kabupaten/kota. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dari berbagai lini.
“Harapan kita tentu saja, angka kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran di Riau semakin menurun. Dengan begitu, pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” ujar Indryani menutup sambutannya.
Acara rilis data BPS ini menjadi salah satu bentuk sinergi penting antara penyedia data dan pemangku kebijakan di daerah, demi menciptakan kebijakan yang berbasis bukti dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Nasional
- 01 April 2026 05:41 WIB
Kejari Rohil Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers, Firdaus Tekankan Sinergi dan Keterbukaan Informasi
- Rohil
- 01 April 2026 05:35 WIB
IBOS Expo 2026 Kembali Digelar Agustus, Targetkan 7.500 Pengunjung dan 120 Brand Peluang Bisnis
- Nasional
- 31 Maret 2026 19:24 WIB
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:53 WIB
PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:48 WIB
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
- Nasional
- 31 Maret 2026 16:20 WIB
Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal
- Siak
- 31 Maret 2026 12:26 WIB
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Kritik Keras Rencana PSN Pulau Poto
- Kepri
- 31 Maret 2026 05:37 WIB
Bupati Afni Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis
- Siak
- 30 Maret 2026 21:44 WIB
Tebar Manfaat Seraya Penuhi Hak WBP, Lapas Tembilahan gandeng BAZNAS Hadirkan Dampak nyata
- Inhil
- 30 Maret 2026 13:53 WIB
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Minta ASN Kepri Tingkatkan Kinerja
- Kepri
- 30 Maret 2026 13:39 WIB
