Pengawas Panen PT Agrinas Diduga Dikeroyok Preman Sewaan di Kebun Eks Torganda Tambusai Timur
ROKAN HULU – Seorang pengawas panen PT Agrinas di Afdeling 6 Kebun eks PT Torganda, Kecamatan Tambusai Timur, Kabupaten Rokan Hulu, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh puluhan orang yang diduga preman sewaan, Minggu (4/1/2026).
Korban diketahui bernama Darman Nduru (33). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan intensif dari tenaga medis sehingga tidak dapat menjalankan aktivitas kerja seperti biasa.
Berdasarkan kronologis kejadian, korban bersama beberapa rekannya mendatangi lokasi kebun untuk melakukan pengecekan serta mengawasi aktivitas karyawan panen. Namun, tidak berselang lama, puluhan orang tiba-tiba datang ke lokasi dan langsung melakukan penyerangan terhadap korban dan rekannya tanpa adanya peringatan atau teguran terlebih dahulu.
Para pelaku secara brutal memukuli dan menendang korban menggunakan tangan kosong, benda tumpul, bahkan diduga senjata tajam. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Tidak terima atas aksi tersebut, pada malam harinya korban melaporkan kejadian itu ke Polres Rokan Hulu. Korban juga telah menjalani visum di rumah sakit sebelum memberikan keterangan resmi kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rokan Hulu untuk proses hukum lebih lanjut.
Usai membuat laporan, Darman kepada awak media mengungkapkan bahwa para pelaku pengeroyokan diduga merupakan preman sewaan yang didatangkan dari luar daerah untuk melakukan pengamanan di area kebun pasca proses transisi pengelolaan antara PT Torganda dan PT Agrinas. Ia mengaku tidak mengenal seluruh pelaku, namun terdapat satu atau dua orang yang dikenalnya.
“Kami kaget, tiba-tiba puluhan orang datang dan langsung mengeroyok tanpa pertanyaan atau basa-basi. Mereka langsung memukul dan menendang, menggunakan tangan kosong maupun senjata tajam,” ujar Darman.
Ia berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku, karena aksi premanisme merupakan perbuatan melawan hukum dan menimbulkan rasa tidak aman. Darman juga menjelaskan bahwa dirinya telah bekerja di PT Agrinas selama sekitar satu bulan dan selama itu tidak pernah terjadi keributan di lokasi kebun.
Menurutnya, Kebun eks PT Torganda saat ini telah resmi dikelola oleh PT Agrinas, perusahaan BUMN yang ditunjuk oleh negara untuk mengelola lahan tersebut. Namun, ia mempertanyakan keberadaan sekelompok orang yang justru menghalangi aktivitas PT Agrinas di lapangan.
“Kami menilai ada pihak-pihak tertentu yang ingin menguasai kebun ini selain PT Agrinas yang secara resmi ditunjuk negara, dengan menggunakan cara-cara premanisme untuk mengambil alih pengelolaan kebun,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut. Nurdin
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Desa Wisata Rantau Langsat Masuk Nominasi API Award 2026 Kategori Promosi Digital
- Inhu Traveliner
- 16 Mei 2026 13:33 WIB
Disdukcapil Kampar Tetap Buka Pelayanan Saat Libur Nasional dan Cuti Bersama
- Kampar
- 16 Mei 2026 12:17 WIB
Disdik Riau Larang Sekolah Tahan Ijazah, Tunggakan Siswa Akan Dibantu Baznas
- Pendidikan
- 16 Mei 2026 11:05 WIB
Petani Plasma Bentuk Tim Revitalisasi, Desak DPRD Rohil Gelar RDP
- Rohil
- 16 Mei 2026 10:52 WIB
Merasa Dirugikan, PT Sasando Akhirnya Buka Suara soal Central Hill
- Batam
- 16 Mei 2026 06:19 WIB
Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Setelah 30 Jam Pencarian
- Kampar
- 15 Mei 2026 22:30 WIB
Jelang Idul Adha, Sekda Kepri Misni Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center
- Kepri
- 15 Mei 2026 21:07 WIB
Beralasan Ekonomi, Seorang Ibu di Bengkalis Nekat Jajakan Sabu
- Hukrim
- 15 Mei 2026 18:14 WIB
PKS Riau Dorong DPRD Bantu Pemda Genjot PAD di Tengah Pemangkasan Dana Pusat
- Ekonomi
- 15 Mei 2026 17:07 WIB
Bupati Bintan Terbitkan SK Pendataan Ulang Bangunan di Atas Lahan TNI AL
- Bintan
- 15 Mei 2026 16:42 WIB
Libur Panjang, Homestay Danau Tajwid Jadi Pilihan Wisata Alam Favorit
- Traveliner
- 15 Mei 2026 16:28 WIB
