Wali Kota Lis Harapkan Musrenbang Kelurahan Tanjungpinang Barat Hasilkan Solusi Nyata

TANJUNGPINANG, RESONANSI.CO – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah berharap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menghasilkan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Harapan tersebut disampaikannya pada Pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kelurahan Tanjungpinang Barat Tahun 2026 dan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Tanjungpinang Barat, Jumat (30/1).

“Musrenbang ini ruang rembug kita bersama. Harapannya, apa yang dibahas bisa menjawab kebutuhan warga dan bisa dilaksanakan,” ujar Lis.

Lis menyampaikan, Musrenbang menghasilkan rumusan dan keputusan yang menjadi dasar penetapan program prioritas pembangunan di Kelurahan Tanjungpinang Barat. Di tengah keterbatasan yang ada, tata kelola pemerintahan tetap diarahkan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.

Menurutnya, pembangunan tidak selalu bergantung pada ketersediaan anggaran. Sejumlah kegiatan penataan lingkungan, kebersihan, hingga perawatan fasilitas umum dapat dilakukan melalui swadaya dan inisiatif masyarakat.

“Tidak semua pekerjaan harus menunggu anggaran. Ada hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan bersama, seperti penataan lingkungan,” tambahnya.

Selain itu, Lis mengajak masyarakat untuk memanfaatkan produk UMKM lokal sebagai upaya menggerakkan perekonomian warga. Penguatan pemasaran produk lokal dinilai dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Contohnya, ibu-ibu kalau butuh jilbab bisa ke penjahit di sekitar. Kita saling menghidupkan ekonomi kampung sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lis juga menyampaikan upaya penanganan banjir yang dilakukan secara bertahap, termasuk langkah pembebasan lahan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan.

“Tahun ini kita mulai dengan pembebasan lahan. Kalau lahannya tidak dibebaskan, pembangunan tidak bisa berjalan. Kita membuat komitmen dengan pemilik lahan dan berkomitmen menyelesaikannya,” pungkas Lis.

Ia menambahkan, mulai tahun ini terdapat lima bidang prioritas pembangunan, yakni infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan lingkungan hidup. Usulan yang belum terakomodir dalam APBD kota akan didorong ke pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Sementara itu, Lurah Tanjungpinang Barat Muhammad Reza Absar menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat kelurahan menghimpun sebanyak 120 usulan hasil rembug warga. Usulan tersebut berasal dari berbagai RT dan RW sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. (Adv/ AL)

Editor : Herdi Pasai



Bagikan