Berkas Perkara PT Musim Mas Diserahkan Kembali ke Kejati Riau, Penyidik Lengkapi Petunjuk Jaksa
PEKANBARU – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau kembali menyerahkan berkas perkara dugaan tindak pidana lingkungan hidup dengan tersangka korporasi PT Musim Mas kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Riau.
Penyerahan kembali berkas dilakukan setelah penyidik melengkapi seluruh petunjuk (P-19) yang sebelumnya diberikan jaksa peneliti. Berkas tahap pertama yang dikirim pada awal Juni lalu sempat dikembalikan karena dinilai belum memenuhi kelengkapan formil maupun materiil.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, mengatakan seluruh petunjuk dari kejaksaan telah dipenuhi sebelum berkas kembali diserahkan.
"Kami telah menindaklanjuti seluruh petunjuk yang diberikan jaksa peneliti sehingga berkas perkara kembali kami serahkan untuk diteliti," kata Ade, Rabu (8/7/2026).
Kejaksaan Tinggi Riau melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) membenarkan telah menerima kembali berkas perkara tersebut. Saat ini, tim jaksa peneliti masih melakukan penelitian untuk menentukan apakah berkas telah lengkap (P-21) atau masih memerlukan perbaikan.
Kasus ini bermula dari dugaan aktivitas perkebunan kelapa sawit PT Musim Mas yang memanfaatkan kawasan lindung di sempadan Sungai Air Hitam, anak Sungai Nilo, di Kabupaten Pelalawan.
Berdasarkan hasil penyidikan, pembukaan lahan dan penanaman kelapa sawit di kawasan tersebut diduga telah berlangsung sejak akhir 1990-an tanpa izin dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III. Aktivitas itu juga diduga tidak sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Ade menjelaskan, penyidikan dilakukan menggunakan metode scientific investigation atau penyidikan berbasis ilmiah dengan melibatkan sejumlah ahli dari berbagai disiplin ilmu, termasuk ahli kerusakan tanah dan hukum korporasi.
"Dari hasil penyidikan berbasis ilmiah tersebut, diperoleh perhitungan kerugian ekologis yang mencapai lebih dari Rp187,8 miliar," ujarnya.
Atas dugaan pelanggaran tersebut, PT Musim Mas dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
"Apabila terbukti bersalah di pengadilan, korporasi dapat dikenakan pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Selain itu, pihak yang bertanggung jawab dalam pengambilan kebijakan juga dapat dikenai ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun," tegas Ade. Reza
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Pemprov Riau Dorong Sinergi dengan OJK, Perluas Akses Keuangan Masyarakat
- Riau
- 06 November 2026 18:53 WIB
Pemprov Riau Dukung Pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi UIR, Perkuat SDM Kesehatan
- Pendidikan
- 06 November 2026 18:41 WIB
Puluhan Wartawan Riau Ikuti UKW JMSI, Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pers
- Riau
- 06 November 2026 18:32 WIB
Disdikbud Rohil Benahi Gedung Perkantoran, Progres Capai 30 Persen
- Rohil
- 06 November 2026 14:19 WIB
Pelaku UMKM Siap Banjiri Kenduri Rakyat HUT ke-27 Natuna, Kuliner Gratis Menanti Warga!
- Natuna
- 06 November 2026 12:24 WIB
Pemprov Riau Dukung Percepatan Musyawarah KONI
- Riau
- 05 November 2026 18:44 WIB
PLN Hijaukan Jalur Transmisi Bangkinang-Garuda Sakti, 200 Bibit Pohon Produktif Dukung Kesejahteraan Petani
- Nasional
- 05 November 2026 12:54 WIB
Komisi II DPRD Bersama Pemkab Kepulauan Meranti Bahas Penataan Aset Kelistrikan Desa, Keselamatan Warga Jadi Perhatian
- Kepulauan Meranti
- 05 November 2026 12:51 WIB
Pemprov Riau Matangkan Peringatan Hari Pahlawan 2026, Tiga Lokasi Upacara Disiapkan
- Riau
- 04 November 2026 19:36 WIB
PA Bangkinang dan JMSI Kampar Perkuat Kemitraan Strategis Tekait Keterbukaan Informasi
- Kampar
- 04 November 2026 17:37 WIB
Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad
- Batam
- 04 November 2026 11:12 WIB
Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker Batch III di PT Pelabuhan Karimun Resmi Dibuka, Ini Divisi Magang yang Dibutuhkan
- Karimun
- 04 November 2026 08:17 WIB
Di Balik Rimbunnya Hutan Perbatasan, Tiang PLN Berdiri Tegak Membawa Harapan
- Natuna
- 03 November 2026 20:53 WIB
Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah
- Batam
- 03 November 2026 15:45 WIB
Ubed Bidik Hasil Lebih Baik di Korea Open 2026, Meski Persiapan Sangat Mepet
- Olahraga
- 02 November 2026 19:45 WIB

