Identitas Pria Tewas di Garuda Sakti Terungkap, Polisi Tunggu Hasil Visum

KAMPAR – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Garuda Sakti Kilometer 5,5, Kabupaten Kampar, Jumat (26/6), akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Saat ini, Polsek Tapung bersama Tim Identifikasi Polres Kampar masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

Korban diketahui bernama Anggi Harahap (38). Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan sistem Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS), korban merupakan kelahiran Pekanbaru, Riau, namun memiliki alamat administrasi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Kapolsek Tapung, Kompol Bambang, mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Penemuan jenazah bermula saat seorang petugas keamanan mendapat informasi dari pengguna jalan yang mencurigai adanya seseorang tergeletak di area lahan Global Mas sekitar pukul 12.30 WIB.

"Setelah dicek ke lokasi, petugas menemukan seorang pria dalam kondisi sudah meninggal dunia. Personel kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan barang bukti," ujar Bambang, Jumat.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa belasan kemasan lem siap pakai. Selain itu, petugas juga menemukan sisa zat perekat yang masih menempel pada bagian hidung korban.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian Anggi Harahap. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Kami belum menemukan adanya indikasi tindak kekerasan fisik dari pemeriksaan luar di lokasi. Untuk memastikan penyebab kematian, kami masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara," jelas Bambang.

Selain kemasan lem, polisi juga menemukan sebuah sisir rambut di saku celana korban. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Saat ini jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Pekanbaru guna menjalani pemeriksaan forensik. Sementara itu, Polsek Tapung masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melacak dan menghubungi keluarga korban, baik yang berada di Riau maupun di luar provinsi.

(Reza)

Editor : Reza MF
Tag : # hukrim



Bagikan

Berita Terbaru