Kasus DBD Meningkat di Desa Kampa, Warga Lakukan Fogging Swadaya
KAMPAR – Kepala Desa Kampa, Kecamatan Kampar, Erman Khaeruddin menyebut wilayahnya tengah mengalami kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD). Ia mengatakan satu warga meninggal dunia dan dua lainnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
“1 orang meninggal dan sekarang 2 warga sedang dirawat di RSUD,” ujar Erman, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, masyarakat sebelumnya telah melakukan gotong royong secara mandiri untuk membersihkan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD. Selain itu, warga juga berencana melakukan fogging secara swadaya pada Rabu (20/5/2026).
Erman menilai hingga kini belum ada langkah konkret secara menyeluruh dari pihak Puskesmas Kampa untuk penanganan dan pencegahan DBD di desa tersebut.
“Untuk pencegahan secara menyeluruh belum dilakukan oleh puskesmas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kampa, dr. Sri Winarsi, membenarkan adanya warga yang meninggal dunia. Namun menurutnya, korban tidak meninggal murni akibat DBD karena memiliki penyakit penyerta.
“1 warga meninggal bukan karena DBD, karena memang ada penyakit penyertanya,” jelas Sri.
Ia mengatakan saat ini satu warga masih menjalani perawatan, sementara satu pasien lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Sri menambahkan, pihak puskesmas telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan, termasuk kunjungan ke rumah pasien serta koordinasi dengan masyarakat dan pihak pesantren untuk pelaksanaan gotong royong pada Jumat (22/5/2026).
“Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kampar untuk melakukan pencegahan melalui fogging dengan jadwal hari Jumat (22/5/2026). Soalnya besok jadwal fogging Dinkes ke Tapung,” ujarnya.
Menurut Sri, fogging hanya berfungsi membunuh nyamuk dewasa, sementara pemberantasan jentik nyamuk harus dilakukan melalui kebersihan lingkungan dan gotong royong masyarakat.
“Fogging sifatnya membunuh nyamuk dewasa saja. Kalau goro, yang jadi sasaran jentik nyamuk,” katanya.
Terkait rencana fogging swadaya masyarakat yang akan dilakukan pada Kamis, Sri mengaku belum menerima informasi resmi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan menguras tempat penampungan air, menutup serta mengubur wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Hal ini bukan hanya untuk Desa Kampa, tetapi seluruh desa yang berada di Kecamatan Kampa,” pungkasnya. Herdi
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Selamat Memperingati Hari Kebangkitan Nasional
- Batam
- 20 Mei 2026 10:08 WIB
DPRD Kampar Tunggu SK Gubernur untuk Lanjutkan Proses PAW Irwan Saputra
- Kampar
- 20 Mei 2026 08:13 WIB
Pemko Batam dan BRK Syariah Teken Kerja Sama Subsidi Margin untuk Pelaku UMKM
- Batam
- 20 Mei 2026 07:15 WIB
Menaker Tekankan Pekerja agar Perkuat Inovasi di Tengah Perubahan Global
- Nasional
- 19 Mei 2026 21:34 WIB
Lagi, Air Terjun Batu Dinding Kampar Masuk Nominasi API Award 2026
- Traveliner
- 19 Mei 2026 20:55 WIB
Mulai Dari Desa, Polsek GAS Perkuat Kemandirian Pangan Warga
- Inhil
- 19 Mei 2026 20:42 WIB
BKPRMI Riau Siapkan Syariah Impact Forum 2026, Fokus Dorong Ekonomi Syariah Generasi Muda
- Ekonomi
- 19 Mei 2026 20:39 WIB
Polri Kawal Ketahanan Pangan, Jagung Desa Rambaian Dipastikan Tumbuh Optimal
- Inhil
- 19 Mei 2026 20:32 WIB
Hendak Dikirim ke Sulsel, 919 Gram Sabu dan 1.653 Butir Ekstasi Digagalkan di Bandara SSK II
- Hukrim
- 19 Mei 2026 20:25 WIB
Polsek GAS Turun Langsung Cek Lahan Cabe Milik Warga, Berikan Edukasi
- Inhil
- 19 Mei 2026 20:17 WIB
Rutin Mendampingi Warga, Briptu Pirima Kawal Ketahanan Pangan Dari Akar Rumput
- Inhil
- 19 Mei 2026 20:08 WIB
