Kue Talam Durian, Warisan Rasa Melayu yang Jadi Ikon HUT Pekanbaru ke-242

PEKANBARU — Di balik rencana festival kue talam durian sepanjang satu kilometer pada perayaan HUT ke-242 Kota Pekanbaru, tersimpan proses pembuatan kuliner tradisional yang sarat cita rasa Melayu dan membutuhkan ketelitian tinggi.

Kue talam durian bukan sekadar jajanan pasar biasa. Teksturnya yang lembut, berpadu aroma durian yang kuat dan santan gurih, menjadikan kue ini sebagai salah satu kuliner khas yang melekat di lidah masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan festival ini sengaja dihadirkan untuk memperkuat identitas kuliner daerah sekaligus menghadirkan hiburan rakyat dalam suasana HUT Kota Pekanbaru.

“Nanti kita umumkan apa saja kegiatannya. Salah satunya ada festival 1 kilometer kue talam durian,” kata Agung, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, festival tersebut bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi upaya Pemko Pekanbaru dalam mengangkat kuliner tradisional agar semakin dikenal generasi muda dan wisatawan.

“Kue talam durian ini khas masyarakat kita. Kita ingin kuliner lokal naik kelas dan menjadi daya tarik wisata kota,” ujarnya.

          Proses Pembuatan Kue Talam Durian

Pembuatan kue talam durian diawali dengan menyiapkan bahan utama seperti tepung beras, tepung tapioka, santan kelapa, gula, garam, daun pandan, dan daging durian matang berkualitas baik.

Untuk lapisan dasar, tepung beras dan tepung tapioka dicampur bersama santan hangat, sedikit garam, dan gula. Adonan kemudian diaduk hingga halus agar menghasilkan tekstur lembut dan tidak pecah saat dikukus.

Sementara itu, lapisan durian dibuat dengan mencampurkan daging durian murni bersama santan kental, gula, dan sedikit tepung agar teksturnya menyatu sempurna. Campuran tersebut dimasak perlahan menggunakan api kecil sambil terus diaduk agar tidak menggumpal dan aroma durian tetap terjaga.

Setelah itu, adonan dasar dituangkan terlebih dahulu ke dalam loyang atau cetakan kecil, lalu dikukus sekitar 10 hingga 15 menit hingga setengah matang.

Tahap berikutnya menjadi penentu cita rasa. Lapisan durian dituangkan di atas lapisan pertama secara perlahan agar tidak bercampur. Kue kemudian kembali dikukus hingga matang sempurna selama sekitar 20 menit.

Saat matang, permukaan kue tampak mengilap dengan warna kuning keemasan khas durian. Teksturnya lembut, sedikit kenyal, dengan aroma harum yang kuat.

                     Gunakan Durian Lokal Riau

Dalam skala festival besar seperti yang disiapkan Pemko Pekanbaru, para pelaku UMKM diperkirakan akan menggunakan durian lokal Riau sebagai bahan utama. Selain menjaga cita rasa khas daerah, penggunaan durian lokal juga dinilai mampu membantu petani dan pedagang durian di daerah.

Kue talam durian selama ini memang identik dengan tradisi masyarakat Melayu. Hidangan ini kerap hadir dalam acara keluarga, kenduri, hingga perayaan adat.

Kini, melalui festival HUT Pekanbaru, kue tradisional tersebut tidak hanya menjadi sajian kuliner, tetapi juga simbol identitas budaya dan kebanggaan masyarakat Kota Bertuah. HERDI

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru