Libur Iduladha, Nasi Lemak Pakcik Lim Jadi Pelarian Rasa

Riau – Hari Raya Iduladha identik dengan sajian berbahan daging. Rendang, sate, hingga gulai menjadi menu yang hampir selalu hadir di meja makan masyarakat. Namun, di tengah dominasi hidangan daging tersebut, sebagian warga justru mencari pilihan sarapan yang berbeda dan lebih ringan.

Bagi masyarakat Riau, khususnya yang berdomisili di Kota Bangkinang dan sekitarnya, nasi lemak Pakcik Lim menjadi salah satu pilihan favorit saat libur Iduladha. Kedai sarapan itu berlokasi di Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, sekitar 15 menit perjalanan dari pusat Kota Bangkinang.

Kedai sederhana tersebut dikelola oleh Muslim, pria yang telah lama menekuni kuliner khas Malaysia. Ia mengatakan usaha nasi lemak Pakcik Lim mulai dirintis sejak awal tahun 2025.

“Persisnya pada awal tahun 2025,” ujar Muslim kepada resonansi.co, Kamis (28/5/2026).

Pengalaman Muslim dalam meracik kuliner negeri jiran bukanlah hal baru. Selama kurang lebih 15 tahun, ia menimba ilmu memasak hidangan khas Malaysia sebelum akhirnya membuka usaha sendiri di Kuok.

Pada momentum libur Iduladha tahun ini, kedainya diserbu pelanggan. Nasi lemak yang dimasaknya bahkan habis sebelum pukul 10.00 WIB.

“Hari ini kami memasak sekitar tiga liter nasi. Alhamdulillah, rupanya masyarakat tidak hanya memilih makanan olahan daging, tetapi sarapan seperti ini juga banyak dicari,” katanya.

Nasi lemak racikan Pakcik Lim memiliki cita rasa gurih yang khas. Perpaduan nasi harum dengan ayam lemak manis, saus merah khas racikan sendiri, telur mata sapi maupun telur dadar, berpadu sempurna dengan ikan bilis dan kacang tanah goreng yang renyah.

Tak hanya itu, kedai tersebut juga menyediakan teh tarik khas Malaysia. Minuman berbahan teh pekat dan susu krimer itu menjadi pelengkap yang banyak diminati pelanggan.

Sekali teguk, teh tarik racikan Pakcik Lim seolah menghadirkan kenangan tentang suasana negeri jiran Malaysia.

Ari, seorang pekerja swasta yang bermukim di Kota Pekanbaru, tampak menikmati seporsi nasi lemak dan segelas teh tarik di kedai tersebut. Ia mengaku selalu menyempatkan diri singgah ketika pulang kampung ke Kecamatan Kuok saat libur Iduladha.

“Kalau pulang kampung, ini sudah jadi menu wajib kami,” ujarnya.

Menurut Ari, cita rasa nasi lemak Pakcik Lim memiliki kekhasan tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain. Ia menilai perpaduan sambal, nasi gurih, dan ayam lemak manis membuat menu tersebut terasa berbeda dibanding sarapan pada umumnya.

“Rasanya sederhana, tapi justru itu yang bikin rindu. Apalagi dimakan pagi-pagi sambil minum teh tarik hangat, suasananya terasa seperti sedang di Malaysia,” katanya.

Ia juga mengaku sering mengajak keluarga maupun kerabat yang datang dari luar daerah untuk mencicipi nasi lemak Pakcik Lim.

“Biasanya kalau ada keluarga dari Pekanbaru atau daerah lain datang ke Kuok, pasti kami ajak sarapan ke sini. Banyak yang ketagihan setelah mencoba,” tutupnya. REZA

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Pariwisata



Bagikan

Berita Terbaru