Sekda Rohul Kejar Percepatan Target Capaian Penurunan Stunting
ROHUL- Upaya percepatan penurunan angka Stunting di Provinsi Riau mewujudkan capaian target Nasional tahun 2024 dengan dilakukannya Audit Kasus Stuting secara serentak se Provinsi Riau dalam program Gebyar Audit Kasus Stuting Serentak se Provinsi Riau tahun 2023. Secara Resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) H.Edi Natar Nasution, S.Ip, Rabu (22/2/2023).
Kegiatan Gebyar Audit Stunting serentak ini juga diikuti setiap Kabupaten/Kota se Provinsi Riau secara Daring, dimana Kabupaten Rokan Hulu juga turut mengikuti kegiatan ini langsung dari Aula Kantor Desa Rambah Tengah Utara yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Rokan Hulu Muhammad Zaki, S.STP,M.Si didampingi PLT Kadis DPMPD Rokan Hulu Prasetyo, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Drg.Leni Sumbari, Camat Rambah serta Kepala Desa Rambah Tengah Utara dan para peserta yang akan dilakukan Audit Stunting.
Usai mengikuti Daring, Sekda Rohul, M Zaki menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek dibanding usianya. Dimana kondisi kekurangan gizi terjadi sejak bayi lahir dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir atau dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Diakui Sekda, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, merupakan salah satu Kabupaten yang komit terhadap penanggulangan stunting, hal ini terbukti secara data Kabupaten Rokan Hulu di publikasi tahun 2017 berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013 tingkat prevalensi stuntingnya 58.9 persen.
"Kemudian tahun 2018 menjadi 27, 30 persen dan Provinsi Riau 27,4 persen sementara tahun 2019 berdasarkan hasil dari lembaga berbeda, yaitu Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), Kabupaten Rokan Hulu menjadi 24,37 persen, Provinsi Riau 23,7 persen, kemudian tahun 2021 berdasarkan hasil dari lembaga yang sama, Kabupaten Rokan Hulu menjadi 25.8 perse , masih di bawah provinsi riau sebesar 22.3 % persen," jelas Sekda.
Berdasarkan survei terakhir dari SSGI tahun 2022 sambung Sekda, Stunting Kabupaten Rokan Hulu menjadi 22 persen sedangkan Provinsi Riau 17.0 persen, hal ini menunjukkan hasil yang positif.
"Target kita dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu bersama stakeholder sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, pencapaian Stunting hingga di tahun 2024 harus bisa mencapai dibawah 14 persen, hal ini tentu sesuai dengan kolaborasi kerjasama yang baik antara Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Kabupaten sehingga target tersebut dapat kita capai," tambahnya.
Bentuk keseriusan dalam menangani penurunan stunting di Negeri Seribu Suluk, diakui Sekda pada tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengucurkan anggaran lebih kurang sebesar Rp 26 Miliar.
"Selain daripada itu, kita juga melakukan kerjasama dengan Kementerian agama beserta Kepala Urusan Agama (KUA) se Kabupaten Rokan Hulu sejak tahun 2020, dalam memberi pengetahuan terhadap Calon pengantin dalam mencegah dan penurunan stunting," ungkap Sekda.
"Tidak hanya dengan KUA saja, kita juga telah melakukan kerjasama dengan beberapa stakeholder lain seperti beberapa perusahaan yang ada di Negeri Seribu Suluk dalam pola bapak asuh, semoga dengan berbagai upaya ini dapat menurunkan angka stunting kita," harapnya.
Sementara itu, masih ditempat yang sama Plt Kepala Dinas PPKB Rohul, Drg Leni Sumbari menjelaskan bahwa Pemkab Rokan Hulu tetap dan terus berupaya melakukan penurunan prevalensi angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu, salah satu upaya yang dilakukan yakni mengeksekusi seluruh Posyandu agar seluruh balita yang ada melakukan seluruh kegiatan posyandu baik ditingkat Desa maupun Kecamatan.
"Karena sejauh ini persentase posyandu kita mengalami penurunan, sesuai dengan hasil peninjauan kita di lapangan, penurunan mencapai diangka 70 hingga 50 persen penimbangan," jelasnya.
Lanjut Drg Leni, dalam upaya menurunkan angka stunting di Negeri Seribu Suluk, 15 OPD terkait harus saling bahu-membahu dan turut serta dalam penanganan stunting di Kabupaten Rokan Hulu.
"Memang diakhir Desember, ada begitu banyak kendala-kendala yang kita alami, oleh karena itu 15 OPD terkait stunting benar-benar harus turut serta dalam menangani stunting ini," pungkasnya. Rilis
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Nasional
- 01 April 2026 05:41 WIB
Kejari Rohil Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers, Firdaus Tekankan Sinergi dan Keterbukaan Informasi
- Rohil
- 01 April 2026 05:35 WIB
IBOS Expo 2026 Kembali Digelar Agustus, Targetkan 7.500 Pengunjung dan 120 Brand Peluang Bisnis
- Nasional
- 31 Maret 2026 19:24 WIB
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:53 WIB
PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:48 WIB
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
- Nasional
- 31 Maret 2026 16:20 WIB
Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal
- Siak
- 31 Maret 2026 12:26 WIB
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Kritik Keras Rencana PSN Pulau Poto
- Kepri
- 31 Maret 2026 05:37 WIB
Bupati Afni Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis
- Siak
- 30 Maret 2026 21:44 WIB
Tebar Manfaat Seraya Penuhi Hak WBP, Lapas Tembilahan gandeng BAZNAS Hadirkan Dampak nyata
- Inhil
- 30 Maret 2026 13:53 WIB
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Minta ASN Kepri Tingkatkan Kinerja
- Kepri
- 30 Maret 2026 13:39 WIB
