Ibu Guru Muda Ungkap Perselingkuhan Suaminya Sesama PPPK di Dinkes Kampar, Ini Curhatannya
BANGKINANG - Dengan wajah lelah dan memendam kekesalan, seorang Ibu Guru Muda berinisial FA menceritakan dugaan perselingkuhan suaminya dengan teman kerjanya di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Baik suaminya Ri maupun selingkuhannya Ya merupakan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
Kepada wartawan di Bangkinang, Rabu (8/4/2026) malam, FA mengungkapkan panjang lebar perjalanan rumah tangganya hingga upaya yang telah dilakukannya untuk menyelesaikan persoalannya, termasuk telah mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar sebanyak dua kali, Senin (6/4/2026) dan Rabu (8/4/2026) untuk mengadukan nasib yang dialaminya, namun hingga Rabu malam ia belum mendapat kepastian sikap dari Dinkes Kampar.
Didampingi Pengacaranya, Andika Wiranata, SH dan Yogi Ardian, SH dari Kantor Huku BZ & Rekan, FA berharap agar laporannya ditindaklanjuti Dinkes Kampar agar ia segera bisa melanjutkan proses berikutnya, termasuk proses pengajuan gugatan perceraiannya karena ia sudah kukuh ingin berpisah dengan suaminya yang dinilainya tidak menghargainya lagi sebagai istri dan merasa suaminya sudah tidak memiliki rasa cinta lagi dengan dirinya.
Kepada wartawan FA menceritakan bagaimana perjalanan biduk rumah tangganya bersama Ri selama 4 tahun. Saat ini mereka telah dikaruniai satu orang anak berusia 2,5 tahun.
Ia mengungkapkan bahwa awal perjalanan cintanya dengan Ri berawal dari perkenalan melalui media sosial. Rupanya Ri adalah jodohnya. Perkenalan yang masih terbilang singkat itu telah membawanya ke jenjang pernikahan.
Ia juga mengungkapkan latar belakang suaminya dari keluarga sederhana dan suaminya Ri, baru dilantik sebagai PPPK pada November 2025 lalu setelah sebelumnya berstatus sebagai tenaga harian lepas (THL). Selama berumah tangga FA sangat memaklumi betul gaji yang diterima sebagai THL. Oleh sebab itu, soal tanggungjawab nafkah ia tidak terlalu membebani suaminya dan tak pernah mempermasalahkan, apalagi dirinya juga berstatus sebagai ASN guru di sebuah sekolah dasar negeri di Kabupaten Kampar.
Ia tidak pernah mengambil gaji suaminya dan merelakan gaji suaminya untuk operasional suaminya. Ia mengaku hanya sesekali meminta sedikit dari gaji suaminya karena memaklumi keadaan keuangan suaminya.
Namun ia mengaku sisi feminimnya hilang karena beberapa waktu terakhir ia semakin banyak menerima laporan bahwa suaminya diduga telah berselingkuh dengan teman kerjanya sesama PPPK di Dinkes Kampar yang notabene masih sah berstatus sebagai istri orang lain.
“Intinya, sisi feminim saya hilang karena saya semuanya. Mulai menghidupi rumah tangga, bahkan untuk beli baju, segalanya,” ungkap FA.
FA mengaku telah banyak mengantongi bukti dugaan perselingkuhan ini. Diantarnya, dari chat mesra suaminya dengan wanita tersebut serta adanya percakapan-percakapan di grup WhatsApp. “Buktinya ada,” tegas FA.
Dari awal pernikahan ia sudah merasa aneh dengan gelagat suaminya karena suaminya mengunci telepon selulernya dan selalu berupaya menciptakan kondisi bahwa telepon seluler adalah area privasi.
Ia juga dituding suaminya sebagai istri yang pencemburu. Namun hal itu menurut FA wajar sebagai istri dan sebagai bentuk sayang dan cintanya kepada suami. FA mengungkapkan bahwa suaminya Ri cenderung ingin tidak dibatasi dalam berteman dengan lawan jenisnya. Bahkan pernah suaminya beberapa kali bepergian ke luar daerah dengan beberapa teman perempuannya.
Ri seringkali tidak ada waktu bersama dengan dirinya dan selalu beralasan sibuk dengan pekerjaannya dan seringkali juga tidak langsung pulang ke rumah setelah jam kerja selesai. Diantara kebiasaannya di luar adalah ngegym. Bahkan ia juga menerima laporan suaminya juga ngegym bersama selingkuhannya.
Ia juga merasa heran karena suaminya tidak pernah cemburu dengan dirinya. “Saya pikir apa (suamiku) gak mau sama aku lagi,” katanya. Suaminya ingin dihargai tapi FA merasa ia tidak mendapatkan cinta dari suaminya.
Setelah beberapa kali cekcok, suaminya pernah dua minggu tidak pulang kerumah pada November 2025 namun kembali lagi kerumah setelah mereka baikan kembali.
FA merasa segalanya berantakan dan perasaannya semakin hancur karena ibunya yang sempat dirawat di sebuah rumah sakit hampir satu bulan meninggal dunia karena
sakit kanker serviks pada awal Januari lalu. Selama di Pekanbaru merawat ibunya FA juga selalu menitip uang belanja buat suami dan anaknya di rumah.
Pasca wafatnya sang ibunda, FA merasa suaminya semakin tidak ada perhatian kepada dirinya. FA juga membeberkan bahwa selama ini ia juga jarang mendapatkan nafkah batin dari suaminya. “Dia sibuk ngegym. Kami jarang berhubungan. Ada mesra-mesranya di akhir tahun setelah dia balik lagi ke rumah. Tapi tiba-tiba berubah lagi,” bebernya.
Setelah beberapa kali cekcok, FA pernah minta cerai kepada suaminya karena pernah chatingnya tidak dibalas pada Februari lalu. Setelah peristiwa itu suaminya tidak pulang ke rumah. Iapun ditalak satu
26 Februari lalu.
Persoalan itu pernah diselesaikan dengan jalur keluarga namun juga tak bisa selesai. Beberapa bukti dan laporan terus ia dapatkan bahwa suaminya sudah punya wanita idaman lain, bahkan hubungan sudah terlalu jauh.
Bantah Tindakan Pengeroyokan
Pada kesempatan ini FA juga menceritakan kronologis ketika ia datang ke Dinkes Kampar pada Senin (6/4/2026) kemarin. Saat itu memang sempat terjadi adu mulut namun ia membantah bahwa terjadi pengeroyokan terhadap Ya karena setelah kejadian itu justru FA bersama tiga saudaranya dilaporkan Ya ke Polres karena tuduhan pengeroyokan.
Ia hanya meminta maksud chatingan Ya dengan suaminya kepada Ya, namun berujung cekcok. FA mengaku mereka tidak ada melakukan pemukulan atau tindakan fisik lainnya.
Ia juga menceritakan tentang respon Dinkes terhadap laporannya. Saat itu ia tidak berhasil menjumpai Kepala Dinas (Kadis). Dia hanya berjumpa dengan Kepala Sub Bagian Kepegawaian Mus Mulyadi.
“Sebelum Ya ke Polres, kami sempat dimediasi Pak Mulyadi,” ulas FA.
Kemudian FA datang lagi bersama pengacaranya ke Dinkes Kampar pada Rabu (6/4/2026).
Ia datang pagi sekali sekira pukul 07.30 WIB namun ia cukup lama menunggu karena di dalam ruangan ada suaminya dengan Ya yang dipertemukan dengan pihak dinas. FA juga sempat bertemu Plt Sekretaris Dinkes Kampar.
Ia berharap pihak Dinkes merespon apa yang dialaminya selama berumah tangga dengan Ri dan adanya dugaan perselingkuhan Ri denga Ya. Ia juga berharap Dinkes menindaklanjuti laporan ini dan adanya rekomendasi yang akan dibawa ke Badan Kepegawaian dan Sumber Dana Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kampar.
“Saya ingin minta rekom ke BKPSDM karena kami ingin bercerai, karena ada dugaan perselingkuhan,” tegas FA. **
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Gercep, Pemprov Riau: Perbaikan Jalan Minas-Tualang Segera Dimulai
- Riau
- 17 April 2026 11:41 WIB
Warga Siak Korban Penipuan Kerja Akhirnya Dimakamkan di Kamboja
- Riau
- 17 April 2026 11:38 WIB
Pansus II DPRD Kampar Soroti LKPJ 2025, Rinaldo: Efisiensi Harus Tetap Pro Rakyat
- Kampar
- 17 April 2026 11:14 WIB
KTH Tak Bisa Sendiri, Bupati Siak Tegaskan Pentingnya Pendampingan
- Siak
- 17 April 2026 11:10 WIB
Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Inhil
- 17 April 2026 10:34 WIB
Sabet Nilai Tertinggi dari Ombudsman, Pemkab Rohul Terus Genjot Transformasi Layanan
- Rohul
- 17 April 2026 08:26 WIB
RSUD Tengku Sulung Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Inhil
- 16 April 2026 19:18 WIB
Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
- Pekanbaru
- 16 April 2026 19:01 WIB
Kakan Kemenhaj Dirhamsyah Pastikan JCH Kampar Siap Masuk Asrama dan Berangkat
- Kampar
- 16 April 2026 17:07 WIB
Dugaan Penganiayaan di PT Tasma Puja Disorot, Muncul Bantahan dari Mantan Security dan Warga
- Kampar
- 16 April 2026 10:41 WIB
Kapolsek Tambang: Kasus Pencurian Sawit PT Tasma Puja Diproses Hukum, Kades Sungai Tarap Tolak Kekerasan
- Kampar
- 16 April 2026 10:35 WIB
