Dorong Program 1.000 Doktor untuk Riau dan Kepulauan Riau, PMRI dan UIR Teken MoU

Batam-Resonansi.co – Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) dan Universitas Islam Riau (UIR) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus menggelar diskusi ilmiah di Ruang Sidang Lt II Rektorat UIR, Pekanbaru, Jum'at (22/5/2026).

Kerja sama ini difokuskan pada penguatan program 1.000 Doktor PMRI dan pengintegrasian "Adab dan Budaya Melayu sebagai Pilar Pendidikan dan Pembangunan Karakter SDM Riau dan Kepulauan Riau".

Dari pihak PMRI, penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dr. H. Rusli Effendi, S.Pd.I, SE, M.Si, didampingi sejumlah pengurus. Diantaranya ada Wakil Ketua Umum PMRI Drs H Tarmizi Tohor MA, Penasehat PMRI, Drs.H.Eddy Surya, Sekretaris Bidang Otda, Syafri Ramadhan M.Si, serta Panglima Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara Indra Gunawan SE.

Sementara dari UIR hadir Rektor Prof. Admiral, SH, MH, Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Sumberdaya Assoc. Prof. Dr. H. Firdaus AR, S.E., M.Si., AK., CA., QRMP, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Dakwah Islamiah Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Deddy Purnomo Retno, S.T., M.T., GP.A-Utama, serta jajaran wakil dekan dan pejabat lainnya.

Kedua belah pihak saling beri cendramata

Dalam sambutannya, Rusli Effendi menegaskan PMRI hadir sebagai wadah perantau Riau dengan prinsip "Raga di Rantau, Hati di Riau". Ia menyebut program 1.000 Doktor merupakan inisiatif strategis untuk mempercepat peningkatan SDM putra-putri Riau dan Kepulauan Riau melalui dukungan pendanaan pendidikan S3.

“Saat ini sudah ada 27 orang yang dibantu PMRI untuk meraih gelar doktor. Tujuannya jelas, menyiapkan generasi intelektual unggul untuk membangun Riau dan Kepulauan Riau menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Rusli.

Program ini dijalankan melalui skema kemitraan antara PMRI, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kepulauan Riau, BUMN, dan berbagai sektor terkait. Penerima beasiswa diwajibkan memiliki komitmen untuk kembali dan mengabdi di Riau dan Kepulauan Riau setelah lulus.

Sebelumnya, PMRI telah meneken MoU serupa dengan UNRI dan Universitas Lancang Kuning, dan kini diperluas ke UIR serta UMRI.

Sementara, Rektor UIR Prof. Admiral menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebut silaturahmi dengan PMRI sudah lama diagendakan namun baru bisa terlaksana hari ini.

“Kami sangat mengapresiasi gagasan PMRI. UIR sendiri sudah memiliki program doktor di Fakultas Hukum dan Fakultas Sains Manajemen, sehingga bisa langsung bersinergi. Yang jelas, MoU ini tidak boleh hanya jadi pajangan dokumen saja, tapi harus diimplementasikan untuk kemaslahatan umat,” kata Admiral.

Acara ditutup dengan diskusi ilmiah bertema “Adab dan Budaya Melayu Sebagai Pilar Pendidikan dan Pembangunan Karakter SDM Riau dan Kepulauan Riau” yang menjadi penguat arah kerja sama kedua pihak.

Dengan adanya MoU ini, UIR menjadi kampus mitra terbaru yang akan mendukung percepatan lahirnya 1.000 doktor asal Riau dan Kepulauan Riau melalui program PMRI.(HL)

Editor : Reza MF
Tag : # Pekanbaru



Bagikan

Berita Terbaru