Kualitas Air Sungai Tapung Menurun, DLH Kampar Hentikan Aktivitas Chipping PT BWL
KAMPAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar menemukan adanya penurunan kualitas air di Sungai Tapung berdasarkan hasil uji laboratorium terbaru. Sejumlah parameter tercatat melebihi baku mutu, sehingga memicu langkah tegas berupa penghentian sementara aktivitas perusahaan di sekitar wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kampar melalui Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Rinaldi, menjelaskan bahwa hasil laboratorium menunjukkan kandungan zat dalam air, namun belum dapat memastikan secara pasti sumber pencemarnya.
“Dari hasil itu, ada beberapa parameter yang berada di atas baku mutu. Namun kami tidak bisa memastikan sumbernya dari mana, karena hasil laboratorium hanya membaca kandungan dalam air,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Meski demikian, DLH menegaskan terdapat indikasi kuat penurunan kualitas air permukaan. Sedikitnya empat parameter tercatat melampaui ambang batas yang ditetapkan.
DLH menduga kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas di sekitar aliran sungai, termasuk kegiatan perkebunan dan operasional pabrik milik PT Buana Wira Lestari (BWL) yang saat ini tengah melakukan peremajaan tanaman (replanting).
Menurut Rinaldi, proses replanting dengan metode chipping dan penimbunan berpotensi menimbulkan limpasan air (runoff) yang membawa material ke anak sungai, terutama saat curah hujan tinggi.
“Diduga ada kontribusi dari aktivitas tersebut, terutama dari proses replanting yang berpotensi menimbulkan limpasan ke aliran sungai,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, DLH Kampar telah menjatuhkan sanksi administratif berupa penghentian sementara aktivitas chipping kepada perusahaan tersebut. Selain itu, pihak perusahaan juga diminta melakukan isolasi area agar limpasan tidak masuk ke badan air.
“Kami sudah meminta penghentian aktivitas chipping dan melakukan isolasi area agar dugaan pencemaran tidak meluas, khususnya ke anak sungai,” kata Rinaldi.
Ia menambahkan, penurunan kualitas air ini tercatat terjadi beberapa kali, yakni pada Desember, awal Maret, dan akhir Maret, yang bertepatan dengan periode curah hujan tinggi.
Namun demikian, DLH belum dapat memastikan keterkaitan langsung antara penurunan kualitas air dengan laporan kematian ikan yang sempat dikeluhkan masyarakat.
“Untuk memastikan penyebab kematian ikan, diperlukan pembuktian lebih lanjut dan data yang cukup. Saat ini kami belum dapat menyimpulkan hal tersebut,” tegasnya.
DLH Kampar memberikan waktu selama 30 hari kepada pihak perusahaan untuk melakukan perbaikan. Setelah itu, akan dilakukan pemantauan ulang guna menilai efektivitas langkah yang telah diambil.
Jika hasil evaluasi menunjukkan kondisi belum membaik, DLH akan menelusuri kemungkinan sumber pencemar lain, mengingat beragamnya aktivitas di sepanjang aliran Sungai Tapung, termasuk dari kebun milik masyarakat.
“Kita akan evaluasi kembali. Jika belum ada perubahan, maka perlu ditelusuri sumber lain karena aktivitas di sekitar sungai cukup beragam,” tutupnya.
DLH juga mengimbau perusahaan agar lebih peka terhadap dampak lingkungan serta sosial ekonomi yang ditimbulkan terhadap masyarakat sekitar.
“Kami meminta ada kepekaan, bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi bagi warga,” pungkas Rinaldi. HP
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Menaker Tekankan Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Magang, Ini Tujuannya
- Nasional
- 06 Mei 2026 21:34 WIB
Kualitas Air Sungai Tapung Menurun, DLH Kampar Hentikan Aktivitas Chipping PT BWL
- Kampar
- 06 Mei 2026 21:25 WIB
Sunardi: Perusahaan Perusak Lingkungan Siap Hadapi Sanksi dan Penghentian Operasional
- Kampar
- 06 Mei 2026 20:03 WIB
SMPN 1 Bangkinang Kota Jadi Tuan Rumah Pertukaran Pelajar 3 Negara
- Pendidikan
- 06 Mei 2026 16:09 WIB
KPU Kampar Mulai Proses PAW, Verifikasi Usulan DPRD Ditargetkan Tuntas 5 Hari Kerja
- Kampar
- 06 Mei 2026 14:22 WIB
5506 Siswa Siswi SD di Karimun Terima Bantuan PIP, Ini Pesan Bupati Iskandarsyah
- Karimun
- 06 Mei 2026 11:24 WIB
DPRD Bintan Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Pemkab Bintan Siap Tindaklanjuti
- Bintan
- 05 Mei 2026 20:58 WIB
Peringatan Hardiknas 2026, Bupati Bintan Roby Sampaikan Pentingnya Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Bintan
- 05 Mei 2026 20:32 WIB
Wabup Siak Dorong Percepatan SNT, Targetkan Hadir di 14 Kecamatan
- Siak
- 05 Mei 2026 18:59 WIB
Polsek Tempuling Bersama Puskesmas Sei Salak Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Desa Mumpa
- Inhil
- 05 Mei 2026 17:39 WIB
Pemprov Riau Tekankan Kebijakan Berbasis Data, Kejar Pertumbuhan Berkualitas dan Inklusif
- Riau
- 05 Mei 2026 16:45 WIB
