A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/tmp/ci_session30e260dfddf7a6ae9d8bf7956b3bb8fd2ee3488e): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 176

Backtrace:

File: /home/sayutiid/resonansi.co/application/controllers/News.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/sayutiid/resonansi.co/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /tmp)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/sayutiid/resonansi.co/application/controllers/News.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/sayutiid/resonansi.co/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pertanian Modern Gerakkan Perekonomian, Kebun Melon Premium di Tenayan Raya Jadi Daya Tarik Baru

Pertanian Modern Gerakkan Perekonomian, Kebun Melon Premium di Tenayan Raya Jadi Daya Tarik Baru

PEKANBARU – Sektor pertanian modern mulai menunjukkan peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat perkotaan. Tidak lagi identik dengan lahan tradisional, pertanian kini berkembang menjadi usaha produktif yang mampu menghadirkan nilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi keluarga.

Fenomena tersebut terlihat dari hadirnya Agrowisata Evergreen House Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya. Kebun melon premium milik Indra Djaya itu berhasil menarik perhatian masyarakat karena memadukan konsep pertanian modern dengan wisata petik buah langsung dari kebun.

Berawal dari hobi bercocok tanam, Indra Djaya perlahan mengembangkan lahannya menjadi usaha agrowisata yang kini mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah dalam satu musim panen.

“Awalnya memang dari hobi menanam. Kemudian saya mencoba menghadirkan konsep kebun melon premium yang berbeda dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat,” ujarnya di Pekanbaru, Kamis (28/5/2026).

Di atas lahan seluas 640 meter persegi, Evergreen House membudidayakan empat varietas melon premium, yakni Sweet Lavender, Sweet Net 9, Dalmatian, dan White Kirin. Keempat jenis melon tersebut dikenal memiliki rasa manis, tekstur daging buah yang unik, serta tampilan menarik yang jarang ditemukan di pasar tradisional.

Untuk menjaga kualitas hasil panen, Indra menerapkan teknik budidaya modern dengan perawatan yang disiplin, mulai dari pengaturan nutrisi, pemupukan, pengairan, hingga pengawasan pertumbuhan tanaman setiap hari.

Usaha tersebut pun membuahkan hasil positif. Dalam satu musim tanam, kebun melon Evergreen House mampu mencatatkan nilai panen rata-rata mencapai Rp75 juta.

Tidak hanya berfokus pada penjualan buah, konsep open farm atau wisata petik langsung menjadi strategi utama dalam menarik minat masyarakat. Pengunjung dapat menikmati pengalaman memetik melon langsung dari pohonnya sekaligus melihat proses budidaya di area kebun.

Konsep tersebut terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap sektor pertanian modern. Saat musim panen, kebun ini mampu menarik sekitar 500 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pejabat pemerintahan.

“Yang datang bukan hanya masyarakat biasa, tetapi juga dari instansi pemerintahan. Bahkan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia pernah berkunjung ke sini,” ungkap Indra.

Selain menjadi tempat wisata edukasi, keberadaan kebun melon premium ini juga membuka peluang usaha baru di sektor pertanian kreatif. Kehadiran agrowisata dinilai mampu memberikan inspirasi bahwa pertanian tetap memiliki prospek besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tengah perkembangan kota.

Indra menegaskan, konsistensi menjaga kualitas buah dan kenyamanan area kebun menjadi kunci utama agar pengunjung terus datang kembali.

“Kami menjaga siklus panen tetap disiplin, memastikan kualitas buah selalu baik dengan tingkat kemanisan yang stabil, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan kebun untuk pengunjung,” pungkasnya. Milla

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Ekonomi



Bagikan

Berita Terbaru