Harga TBS Petani Tertekan, Disbun Kampar Minta PKS Patuhi Harga Penetapan Pemerintah
BANGKINANG – Penurunan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kampar. Di tengah stabilnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional, sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) justru menurunkan harga pembelian TBS yang berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Marahalim, menegaskan bahwa kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat karena harga CPO dunia tidak mengalami penurunan signifikan.
"Berdasarkan perkembangan pasar global, harga CPO relatif stabil bahkan dalam beberapa periode menunjukkan tren menguat. Karena itu masyarakat mempertanyakan mengapa harga TBS di tingkat petani justru mengalami penurunan. Pertanyaan ini sangat wajar," ujar Marahalim di Bangkinang, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, perusahaan memang memiliki sejumlah pertimbangan dalam menentukan harga pembelian TBS, mulai dari biaya operasional pabrik, logistik, kualitas bahan baku hingga strategi pemasaran. Namun seluruh faktor tersebut harus tetap mengacu pada mekanisme penetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Marahalim menekankan bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang bertujuan menekan harga TBS petani. Sebaliknya, pemerintah terus berupaya menciptakan tata niaga sawit yang sehat, transparan dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha, terutama petani.
Ia menjelaskan, kondisi petani saat ini tidak mudah. Kenaikan harga pupuk, biaya perawatan kebun dan upah tenaga kerja telah meningkatkan biaya produksi perkebunan rakyat secara signifikan.
"Ketika harga TBS turun sementara biaya pupuk, tenaga kerja dan operasional kebun meningkat, maka pendapatan petani tentu akan tergerus. Karena itu harga yang diterima petani harus mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Disbun Kampar telah mengambil langkah konkret dengan menyurati seluruh PKS yang beroperasi di Kabupaten Kampar agar membeli TBS masyarakat sesuai harga yang telah ditetapkan melalui mekanisme tim penetapan harga TBS pemerintah.
Surat tersebut juga menjadi pengingat kepada perusahaan agar tidak melakukan pembelian di bawah harga yang berpotensi merugikan petani. Selain itu, Disbun Kampar terus melakukan komunikasi dan pembinaan kepada perusahaan sekaligus menampung berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan petani sawit.
"Kami meminta seluruh PKS mematuhi aturan yang berlaku dan mengacu pada harga penetapan pemerintah. Tujuannya agar keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan petani tetap terjaga," kata Marahalim.
Lebih lanjut, Disbun Kampar akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, asosiasi perusahaan kelapa sawit dan para pemangku kepentingan lainnya guna menjaga stabilitas harga TBS serta menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan petani.
Pemerintah Kabupaten Kampar berharap seluruh PKS menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kesejahteraan petani sawit. Langkah tersebut dinilai penting mengingat sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah dan sumber penghidupan bagi puluhan ribu kepala keluarga di Kabupaten Kampar.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, perusahaan dan petani, tata niaga kelapa sawit diharapkan dapat berjalan lebih adil, transparan dan berkelanjutan sehingga manfaat pertumbuhan sektor perkebunan benar-benar dirasakan masyarakat. RZ
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Veda Ega Pratama Jelaskan Insiden dengan David Munoz, Jalani Long Lap Penalti Dua Kali
- Olahraga
- 21 September 2026 08:49 WIB
TNI AU Pulihkan Senyum Anak Natuna Lewat Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit
- Natuna
- 21 September 2026 08:34 WIB
Pembinaan Teritorial Terintegrasi di Kepri Dorong Sinergi Pertahanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
- Kepri
- 20 September 2026 20:03 WIB
Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Austria
- Olahraga
- 20 September 2026 18:05 WIB
Gowes 2.500 Peserta Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Kampar
- Ekonomi
- 20 September 2026 16:28 WIB
Enjoy Karimun Event 2026 Hadirkan Perayaan Budaya, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Karimun
- 20 September 2026 14:03 WIB
Bupati Karimun Pimpin Peringatan HUT Ke-81 PMI, Serukan Kolaborasi dan Kepedulian Kemanusiaan
- Karimun
- 20 September 2026 14:00 WIB
Jelang Musda XI Golkar Kampar, Lokasi Mendadak Pindah ke Stanum
- Kampar
- 20 September 2026 12:41 WIB
Asian Games 2026: Tim Putri Indonesia Libas Mongolia, Siap Hadapi Chinese Taipei
- Olahraga
- 20 September 2026 11:20 WIB
Sopir Truk Dikeroyok di Tol Permai, PJR Kejar Terduga Pelaku hingga KM 20
- Hukrim
- 20 September 2026 11:12 WIB
Rumah Warga di Selatpanjang Kota Terbakar, Sejumlah Barang Berharga Tak Terselamatkan
- Kepulauan Meranti
- 20 September 2026 11:07 WIB
Antonio Gamaroni Borong Dua Gol, PSPS Raih Kemenangan Perdana di Kandang
- Olahraga
- 20 September 2026 08:15 WIB
Buka Porsadin VI Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lahirnya Generasi Berakhlakul Karimah
- Pendidikan
- 20 September 2026 08:12 WIB
Veda Ega Pratama Start dari P19 di Moto3 Austria, Gagal Tembus Q2
- Olahraga
- 20 September 2026 08:03 WIB
Menaker: Transisi Hijau Buka Peluang Baru bagi Tenaga Kerja
- Nasional
- 20 September 2026 07:59 WIB
Batik Kampar Tembus Panggung Internasional, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
- Traveliner
- 20 September 2026 07:05 WIB

