Tokoh Muda Sungai Sarik Minta Pemkab Kampar Tinjau Kondisi Jembatan yang Direhabilitasi

KAMPAR – Tokoh muda Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, Redo Antoni Sandra, meminta Pemerintah Kabupaten Kampar untuk meninjau langsung kondisi jembatan Desa IV Koto Setingkai dan Desa Sungai Sarik di Kecamatan Kampar Kiri yang saat ini sedang direhabilitasi.

Menurutnya, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Redo menilai anggaran yang dialokasikan untuk rehabilitasi jembatan tersebut relatif terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan perbaikan infrastruktur yang layak dan berkelanjutan. Ia khawatir hasil pekerjaan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak mampu bertahan lama.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai akses utama keluar-masuk masyarakat sekaligus jalur pendukung aktivitas perekonomian warga. Karena itu, pembangunan infrastruktur di lokasi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Ia juga menyoroti kondisi jembatan yang masih menggunakan lantai kayu. Dengan material tersebut, Redo menilai potensi kerusakan akan tetap tinggi, terutama karena jembatan digunakan setiap hari oleh masyarakat.

“Kalau hanya dilakukan rehabilitasi dengan kondisi seperti sekarang, besar kemungkinan dalam beberapa bulan atau satu tahun ke depan akan mengalami kerusakan lagi,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Redo berharap kondisi efisiensi maupun keterbatasan anggaran daerah tidak menjadi alasan untuk mengesampingkan kebutuhan infrastruktur yang dinilai sangat mendesak bagi masyarakat.

Menurutnya, warga membutuhkan fasilitas yang aman, layak, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Karena itu, pemerintah diminta mempertimbangkan pembangunan yang lebih permanen sehingga anggaran yang dikeluarkan tidak terus berulang untuk pekerjaan yang sama.

“Harapan kami, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Jembatan ini merupakan akses penting bagi warga, sehingga perlu dibangun dengan kualitas yang baik dan berkelanjutan,” katanya.

Sebelumnya, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Desa Sungai Sarik dan IV Koto Setingkai (AMM-SSKS) menggelar aksi unjuk rasa di Komplek Perkantoran Bupati Kampar, Bangkinang Kota, pada 13 November 2025 lalu.

Dalam aksi tersebut, masyarakat dan mahasiswa menuntut perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antara Desa IV Koto Setingkai dan Desa Sungai Sarik di Kecamatan Kampar Kiri yang dinilai memerlukan perbaikan menyeluruh.

Saat itu, massa aksi diterima oleh Wakil Bupati Kampar, Misharti. Namun, Misharti enggan untuk melakukan Mou permintaan penandatanganan komitmen perbaikan menyeluruh terhadap akses jembatan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat setempat. Herdi

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Kampar



Bagikan

Berita Terbaru